Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Seskab: Udang Berpotensi Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Indonesia

Prabowo menilai udang bisa jadi kekuatan baru ekonomi Indonesia dan mendorong RI menjadi produsen udang terbesar dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Seskab: Udang Berpotensi Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Indonesia
Sekretariat Presiden
PANEN RAYA UDANG - Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang di tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, (23/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo melakukan panen raya udang di tambak BUBK Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026).
  • Pemerintah menilai udang berpotensi menjadi kekuatan baru ekonomi Indonesia, dengan produksi tambak Kebumen mencapai Rp134,4 miliar per tahun.
  • Prabowo menyebut Indonesia berpeluang menjadi produsen udang nomor satu dunia dan tengah membangun proyek serupa di Sumba Timur.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang di tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, (23/5/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa komoditas udang berpotensi menjadi kekuatan baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Dari Kebumen, udang menjadi kekuatan baru pertumbuhan ekonomi Indonesia. Presiden Prabowo Subianto melaksanakan panen raya udang dan meninjau kegiatan sortir hasil panen di lokasi tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen,” kata Teddy.

Teddy mengatakan dalam acara panen raya tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dengan potensi yang ada, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen udang nomor satu di dunia.

Baca juga: Setelah Panen Udang di Kebumen, Prabowo Siapkan Proyek Tambak Raksasa di NTT, Gorontalo, dan Pantura

Bagaimana tidak, menurut Teddy untuk tambak yang ada di BUBK Kebumen saja telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan jumlah kolam sebanyak 206 petak, nilai produksi kawasan ini mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau berpotensi menembus Rp134,4 miliar per tahun.

“Kehadiran kawasan budi daya modern tersebut juga mampu menyerap ratusan tenaga kerja,” katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam panen raya tersebut, lanjut Teddy. pemerintah sedang membangun proyek serupa di sejumlah wilayah. Hal itu bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

“Lebih lanjut, Kepala Negara menjelaskan saat ini pemerintah sedang melaksanakan proyek serupa dengan skala lebih besar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas