Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

NPL Naik, Bank Mandiri Soroti Kredit Industri Semen dan Tekstil

BRI mencatatkan kenaikan rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) secara konsolidasi

NPL Naik, Bank Mandiri Soroti Kredit Industri Semen dan Tekstil
Ria Anatasia
Direksi BRI memaparkan kinerja keuangan triwulan III 2019 di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (24/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan kenaikan rasio kredit macet (Non Performing Loan/NPL) secara konsolidasi dari 2,54 persen di triwulan III 2018 persen menjadi 3,08 persen pada periode yang sama tahun ini.

"NPL gross kami secara konsolidasi memang naik dari 2,54 persen di kuartal III-2018 menjadi 3,08 persen di kuartal III-2019. Sedangkan secara individual juga meningkat dari 2,46 persen di kuartal III-2018 menjadi 2,94 persen di kuartal III-2019,” kata Direktur Utama BRI Sunarso dalam paparan kinerja di Gedung BRI, Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Baca: Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021, Sesmenpora: Pak Menteri Dapat Kado Istimewa dari FIFA

Baca: Putra Jokowi Sambangi Rumah Megawati, Ini Penjelasan Sekjen PDIP

Baca: Hadiri Pelantikan Kabinet, Puan Berharap Para Menteri Segera Bekerja

Sunarso menjelaskan, membengkaknya NPL itu salah satunya disebabkan oleh segmen korporasi, terutama di sektor semen dan tekstil.

Meski begitu, Sunarso menegaskan bank beraset terbesar di Indonesia itu memiliki cadangan yang cukup untuk manajemen risiko.

"Beberapa sektor industri yang kami nilai ada masalah ditetapkan sebagai NPL, seperti industri semen dan tekstil. Yang terpenting kita berani tetapkan itu NPL karena punya cadangan cukup sehingga secara risk management tak perlu khawatir prudensialnya sudah 100 persen," kata dia.

Sunarso juga sempat menyinggung penyaluran kredit untuk dua debiturnya, Duniatex Group dan Krakatau Steel. Menurutnya, sudah ada kesepakatan restrukturisasi untuk kedua perusahaan itu.

"KRAS semua kreditur sudah sepakat restrukturisasi, BRI sudah mencadangkan 60 persen. Sedangkan Duniatex kami cadangkan 100 persen. Tak ada masalah tinggal bagaimana restrukturisaai untuk kelanjutan industri masing-masing," kata dia.

Adapun hingga September 2019, nilai pencadangan BRI naik menjadi Rp40,3 triliun dari Rp34,6 triliun tahun lalu.

"NPL naik, kita tingkatkan cadangan karena ada beberapa manufaktur yang struggling. Di industrinya sedang menghadapi tantangan makanya kita respon secara prudent lewat cadangan," jelasnya.

Baca : Besok 25 Oktober CPNS 2019 Buka di sscasn.bkn.go.id, Ini Tahapan & Peryaratan, 40 Tahun Bisa Daftar

Baca : Tak Kunjung Ditelepon Jadi Menteri Apa, Luhut Ternyata Sempat Protes, Begini Jawaban Enteng Praktino

Hingga akhir September 2019, BRI secara konsolidasian telah menyalurkan kredit senilai Rp 903,14 triliun, tumbuh 11,65 persen , lebih tinggi dari industri sebesar 8,59 persen (data OJK bulan Agustus 2019).

Sementara laba bersih hingga September 2019 tercatat sebesar Rp 24,78 triliun, meningkat 5,36 persen dibandingkan laba bersih Rp 23,47 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas