Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

2.000-an Peserta Menyerbu Festival Selepas Kerja BPJamsostek

Direktur Umum dan SDM BPJamsostek, Naufal Mahfudz mengaku cukup terkejut dengan antusiasme peserta terhadap kegiatan Festival Selepas Kerja ini.

2.000-an Peserta Menyerbu Festival Selepas Kerja BPJamsostek
TRIBUNNEWS/LITA FEBRIANI
Direktur Umum dan SDM BPJamsostek, Naufal Mahfudz dan Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJamsostek Irvansyah Utoh Banja di acara Festival Selepas Kerja, Sabtu (7/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Festival Selepas Kerja yang digelar BPJamsostek di Atrium Plaza Indonesia, Jakarta Pusat pada Sabtu (7/12/2019) berhasil menggaet 2.000 peserta.

Kegiatan ini diadakan khusus untuk mengedukasi para milenial mengenai perlindungan diri melalui jaminan sosial.

Direktur Umum dan SDM BPJamsostek, Naufal Mahfudz mengaku cukup terkejut dengan antusiasme peserta terhadap kegiatan ini.

"Alhamdulillah ini kita anggap sukses lah ya, untuk bisa mengedukasi bukan hanya soal jaminan sosialnya tetapi juga mereka bekerja atau menciptakan lapangan pekerjaan. Bahkan ini sudah ada 2.000 orang yang register untuk event ini walaupun come and go," tutur Naufal saat jumpa pers di acara Festival Selepas Kerja, Sabtu (7/12/2019).

Meski baru pertama diselenggarakan tak menutup kemungkinan Festival Selepas Kerja juga akan digelar di kota lain. 

Baca: BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Proteksi untuk Semua Atlet SEA Games 2019

"Ini masih pilot projek, bisa saja nanti kita copy kegiatan seperti ini di kota-kota lain. Ya kita harus rajin-rajin melihat kebutuhan dari para milenial. Kalau begini kan mereka punya kebutuhan," ungkapnya.

Festival Selepas Kerja ini juga merupakan upaya dari BPJamsostek untuk mengkampanyekan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Baca: Putus Kontrak atau Di-PHK tak perlu Putus Asa, Kini ada Vokasi BPJS Ketenagakerjaan

"Masuknya Jaminan Sosial dari mana nih untuk mengajak milenial, kan kita tetep harus mengcampaign Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Nah ternyata kegiatan seperti ini cukup menarik minat mereka, apalagi kita juga datangkan pembicara milenial," tambah Naufal.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Lita febriani
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas