Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Atasi Masalah Sampah Plastik, APP Kembangkan Kertas Kemasan Terbuat dari Bahan Daur Ulang

APP Sinar Mas telah mengembangkan inovasi kertas kemasan yang terbuat dari bahan daur ulang dan 100 persen terurai alami

Atasi Masalah Sampah Plastik, APP Kembangkan Kertas Kemasan Terbuat dari Bahan Daur Ulang
Tribunnews/Jeprima
ilustrasi: Sampah menumpuk di pinggir laut di kawasan Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Rabu (31/7/2019). Tumpukan sampah tersebut didominasi sampah plastik yang sengaja dibuang di pinggir laut. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, MADRID - Sampah kemasan plastik sekali pakai mengancam ekosistem dan mengganggu upaya pengendalian perubahan iklim.

Inovasi dari sektor swasta untuk pengendalian sampah plastik sekali pakai sangat diharapkan karena regulasi yang ada butuh waktu untuk merespons perkembangan.

Untuk menjawab hal tersebut, APP Sinar Mas telah mengembangkan inovasi kertas kemasan yang terbuat dari bahan daur ulang dan 100 persen terurai alami yakni FoopakBioNatura.

Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas Elim Sritaba, mengatakan salah satu tantangan dalam pengembangan FoopakBioNatura adalah menghilangkan lapisan plastik, yang pada umumnya terdapat di kemasan kertas lain yang biasanya digunakan untuk mencegah serapan air, minyak, dan suhu ekstrem.

“Berkat kerja keras tim kami yang mendedikasikan diri untuk melakukan riset selama lima tahun terakhir, kami berhasil mengganti lapisan plastik dengan lapisan berbasis air yang disegel dengan cara dipanaskan,” katanya, dalam keterangan tertulis, Selasa (10/12/2019).

Baca: Singel Baru Sheryl Sheinafia Serukan Jaga Lingkungan dari Sampah Plastik

Baca: Gandeng Pemkot Cilegon, Chandra Asri Olah Sampah Plastik Jadi Bahan Baku Aspal

Elim menuturkan FoopakBioNatura juga diproduksi secara terbarukan dari Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikelola secara bertanggung jawab.

Kertas kemasan ini dapat 100 persen terurai dalam 12 minggu bahkan jika hanya dibiarkan di tempat pembuangan akhir (TPA). Kemasan ini juga dapat didaur ulang 100 persen jika bersih dari limbah makanan.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Pendayagunaan Iptek, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Nani Hendiarti menjelaskan, sampah plastik melaju jauh dari darat hingga ke lautan. Bahkan 80 persen dari sampah plastik di lautan berasal dari daratan.

solusi sampah plastik nih
Kepala Pusat Standarisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK Noer Adi Wardojo (kiri), Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas Elim Sritaba (tengah), dan Asdep Pendayagunaan IPTEK Kemenko Kemaritiman dan Investasi Nani Hendiarti (kanan), saat melakukan paparan pada sesi diskusi panel Paviliun Indonesia di konferensi perubahan iklim COP25 UNFCCC di Madrid, Spanyol, Jumat (6/12/2019).

“Sampah plastik itu bukan hanya mengancam ekosistem, tapi juga mengancam kesehatan manusia,” kata dia saat menjadi pembicara pada salah satu sesi diskusi panel Paviliun Indonesia di konferensi perubahan iklim COP25 UNFCCC di Madrid, Spanyol, Jumat (6/12/2019).

Turut hadir sebagai pembicara pada sesi tersebut Kepala Pusat Standarisasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian LHK Noer Adi Wardojo, Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas Elim Sritaba, dan Chairman of Indonesia Sustainable Development Solutions Network Profesor Jatna Supriatna.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas