Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Aviliani: Rupiah Ambil Untung dari Pemakzulan Donald Trump

Aviliani: pemakzulan Trump memberi angin segar berupa penguatan rupiah hingga dibawah Rp 14.000 per dolar AS.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sanusi
zoom-in Aviliani: Rupiah Ambil Untung dari Pemakzulan Donald Trump
Yanuar Riezqi Yovanda
Ekonom Senior Indef Aviliani 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat memberikan keuntungan bagi Indonesia dari sisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ekonom Senior Indef Aviliani menyebutkan, kabar teranyar dari negeri Paman Sam itu memberi angin segar berupa penguatan rupiah hingga dibawah Rp 14.000 per dolar AS.

"Sebenarnya pengaruh di nilai tukar, ketika ada masalah di AS, rupiah melejit. Sedangkan, dulu Presiden Trump bikin kebijakan suku bunga Fed tinggi bikin rupiah melemah," ujarnya di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Menurut Aviliani, Indonesia saat ini mulai kebanjiran aliran modal atau capital inflow, namun pemerintah mesti waspada karena ini sifatnya hanya sementara.

"Artinya, dari masalah itu kita banyak dapat capital inflow. Namun, suatu saat akan keluar ketika capai titik tertentu mereka ambil untung, sehingga bisa langsung jeblok," katanya.

Selain itu, lanjutnya, ketika negara lain gencar memberikan insentif maka nasib rupiah bisa berubah kembali melemah diatas Rp 14.000 per dolar AS.

Rekomendasi Untuk Anda

Karenanya butuh kewaspadaan dari pemerintah dan Bank Indonesia khususnya untuk menjaga pergerakan nilai tukar rupiah supaya tidak berfluktuasi.

"Sehingga begitu dananya keluar, rupiah tidak melemah. Sebab, ketika rupiah fluktuasi, sektor industri kena dampaknya yakni harga barang lebih mahal dan berpengaruh ke inflasi," pungkas Aviliani.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas