Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ferry Latuhihin Prediksi Juli-Desember Rupiah Bisa Capai Rp25 Ribu Per Dolar AS: Bukan Nakut-nakutin

Ferry mengkhawatirkan adanya fenomena El Nino yang akan memperparah krisis pangan nanti, sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rifqah

Ringkasan Berita:
  • Saat ini, nilai tukar rupiah diketahui menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan diperdagangkan di level Rp17.818, pada Senin, 1 Juni 2026. 
  • Jika nilai tukar rupiah ini semakin melemah, Ferry memprediksi pada Juli hingga Desember nanti bisa tembus Rp25.000.
  • Ferry juga mengaku mengkhawatirkan adanya fenomena El Nino yang akan memperparah krisis pangan nanti., sehingga dapat memberikan tekanan dan mempengaruhi nilai tukar rupiah.

 

TRIBUNNEWS.COM - Ekonom Ferry Latuhihin memprediksi nilai tukar rupiah bisa mencapai Rp25 ribu pada akhir tahun nanti.

Saat ini, nilai tukar rupiah diketahui menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan diperdagangkan di level Rp17.818, per Senin, 1 Juni 2026. 

Rupiah menguat 0,35 persen dibanding posisi penutupan Jumat, 29 Mei 2026 di level Rp17.881 per dolar AS. 

Namun, nilai tukar rupiah ini masih berpotensi berubah seiring berjalannya waktu, mengikuti arus modal masuk (inflow) dan keluar (outflow) di pasar keuangan domestik.

Jika nilai tukar rupiah ini semakin melemah, Ferry memprediksi pada Juli hingga Desember nanti bisa tembus Rp25.000.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebagai ekonom, Ferry mengatakan bahwa angka itu sudah dihitungnya dengan cermat.

"Hitungannya sangat sederhana, kalau dari financial channel itu obligasi pemerintah kita dan pemerintah Amerika itu tidak menarik untuk ke dolar masuk ke Indonesia, karena gap-nya sangat besar sekali," jelasnya, dikutip dari YouTube Nusantara TV, Senin (1/5/2026).

Ferry juga mengkhawatirkan adanya fenomena El Nino yang akan memperparah krisis pangan nanti, sehingga dapat memberikan tekanan dan memengaruhi nilai tukar rupiah.

El Nino merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang menyebabkan pergeseran pola cuaca global. 

Di Indonesia, fenomena ini biasanya memicu musim kemarau yang lebih kering, datang lebih awal, dan memicu penurunan drastis pada curah hujan.

Sehingga, kekeringan yang meluas itu dapat mengganggu sektor pertanian, mengurangi produksi padi, serta memicu lonjakan harga komoditas pangan.

Baca juga: Hari Ini Rupiah Menguat, Purbaya Yakin Tren Berlanjut 2 Bulan ke Depan

"Kalau menurut saya, sehingga juga harga-harga pangan akan naik. Oleh karena itu, saya beralasan untuk mengatakan bahwa kemungkinan besar di bulan Juli itu dolar sudah berada di posisi Rp22.000, bahkan di semester kedua dari Juli sampai Desember itu bisa mencapai Rp25.000," ungkapnya. 

"Saya bukan nakut-nakutin ini saya menghitungnya sebagai ekonom loh ya, dengan formula-formula saya gitu loh ya," imbuh Ferry.

Ferry juga mengatakan bahwa ancaman lain yang perlu diperhatikan adalah adanya pandangan dari suatu lembaga bernama PT DSI atau Ekspor BUMN PT Danantara Sumberdaya Indonesia yang sebelumnya menyatakan bahwa kondisi tersebut berpotensi mengganggu balance of payment atau neraca pembayaran Indonesia.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

BizzInsight

Berita Populer
Berita Terkini
Atas