Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Jelang Nataru, 67 Penyandang Disabilitas Difasilitasi Mudik Naik Pesawat dan Bus

Sebanyak 67 penyandang disabilitas mengikuti program Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD) untuk masa angkutan Nataru

Jelang Nataru, 67 Penyandang Disabilitas Difasilitasi Mudik Naik Pesawat dan Bus
Ria Anatasia
Konferensi pers MRAD di kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (20/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 67 penyandang disabilitas mengikuti program Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD) untuk masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 pulang ke kampung halaman menggunakan pesawat, dan 50 menumpangi bus.

Founder MRAD Irma Sofiyanti Ilyas mengatakan, program ini merupakan hasil kerja sama MRAD dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serta para operator angkutan udara dan darat.

Dia berharap para penyedia jasa transportasi publik bisa meningkatkan fasilitas dan pelayanan kepada penyandang disabilitas.

Baca: Masil Banyak Penyandang Disabilitas di Indonesia Butuh Pekerjaan

Baca: Jangan Lupakan 5 Barang Ini untuk Mudik Akhir Tahun yang Lebih Santuy

"Kita berusaha memfasilitasi teman-teman disabilitas yang belum dapat kesempatan untuk mudik. Saat ini tak ada lagi kata yang timbulkan sikap diskriminasi dan lainnya. Kita semua punya hak yang sama," ujar Irma di kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Cucu Mulyana mengatakan pihaknya telah menyiapkan satu unit bus untuk mengangkut 50 peserta MRAD.

Bus tersebut akan berangkat dari Terminal Pulogebang menuju Ambarawa dan Solo, Jawa Tengah.

"Walau belum terlalu banyak satu bis, tapi ini langkah awal yang sangat baik. Mudah-mudahan lewat kegiatan ini instansi lain bisa ikut berlomba-lomba adakan mudik kerja sama dengan MRAD ini," ujar Cucu.

Untuk transportasi udara, Sekjen Ditjen Hubungan Udara Kemenhub Nur Isnin Istiartono mengatakan, sebanyak enam maskapai ikut memfasilitasi para penyandang disabilitas untuk mudik gratis. Keenam maskapai itu yaitu Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Lion Air, Batik Air, Wings Air dan Air Asia.

Sebanyak 17 penyandang disabilitas akan diberangkan menggunakan pesawat ke beberapa destinasi, di antaranya Manado dan Bali.

"Garuda Indonesia berkomitmen dukung program pemerintah. Harapan kita gimana teman-teman bisa nikmati pesawat sama mudahnya dengan orang normal. Gimana check-in mudah, naik turun pesawat, ke kamar mandi mudah. Kami berkomitmen ciptakan itu," Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah.

"Kami juga pastikan kemampuan awak kabin kami berkomunikasi dan beri pelayanan ke teman-teman. Kami akan terus tingkatkan pelayanan," sambungnya.

Senada dengan Pikri, Direktur Keselamatan AirAsia Indonesia Achmad Sadikin mengatakan pihaknya telah melatih para kru dan awak kabin untuk memberikan pelayanan yang ramah anak dan disabilitas.

"Airasia berkomutmen dukung program ini. Kami berikan tiket pesawat ke Bali. Kami berkomitmen beri pelayanan terbaik. Mudah-mudahan dengan program ini bisa tingkatkan pelayanan dan infrastruktur kita," kata dia.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas