Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun Bisnis

Tanggapan Toto Pranoto Soal Zulkifli Zaini dan Amien Sunaryadi: Latar Belakangnya Cukup Pragmatis

Pengamat BUMN, Toto Pranoto pun memberikan tanggapan terpilihnya Zulkifli Zaini dan Amin Sunaryadi sudah sesuai dari latar belakang cukup pragmatis.

Penulis: Indah Aprilin Cahyani
Editor: Whiesa Daniswara
zoom-in Tanggapan Toto Pranoto Soal Zulkifli Zaini dan Amien Sunaryadi: Latar Belakangnya Cukup Pragmatis
Tangkap Layar YouTube Metro TV
Tangkap Layar YouTube Metro TV Pengamat BUMN Toto Pranoto 

Menurutnya, posisi jabatannya sudah sesuai dengan latar belakang yang mereka miliki.

Amien Sunaryadi
Amien Sunaryadi (TRIBUNNEWS/APFIA)

"Komut Pak Amien, pengalaman beliau kan sebagai Ketua SKK Migas, mengawasi aspek terkait financing besar sekali triliunan juga mungkin dianggap cukup tepat dalam mengawasi apa yang akan dikerjakan di PLN," kata Toto.

Sementara Zulkifli juga diketahui memiliki rekam jejak yang tidak dapat diragukan lagi dalam dunia perbankan.

Tanggapan Mantan Anggota Komisi VII DPR, Kurtubi

Mantan Anggota Komisi VII DPR, Kurtubi menilai terpilihnya Zulkifli Zaini sebagai Direktur Utama PLN serta Amien Sunaryadi sebagai Komisaris Utama PLN dirasa kurang ideal.

Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi.
Anggota Komisi VII DPR RI, Kurtubi. (dpr.go.id)

Kurtubi pun memberikan komentarnya terkait terpilihnya dua pimpinan baru PLN tersebut.

"Saya pikir kurang ideal karena dilihat dari pendidikan maupun pengalamannya kurang terkait dengan kelistrikan nasional," ujar Kurtubi.

Berita Rekomendasi

Sementara, Kurtubi mengatakan pemerintah telah mempertimbangkan secara matang dalam memilih Zulkifli Zaini dan Amien Sunaryadi.

Selama lima tahun duduk sebagai anggota komisi VII DPR, Kurtubi menjelaskan persoalan utama di PLN.

"Pertama, pemerintah terlalu berkonsentrasi untuk mencapai elektrifikasi 100 persen,"

"Sehingga mengabaikan tugas PLN untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mendukung industrialiasi dengan energi bersih," jelasnya.

Kurtubi menilai, meskipun lima tahun yang lalu elektrifikasi berhasil mencapai 99 persen, namun tantangan berikutnya sangat berat.

Lebih lanjut, ia menyebut, listrik harus ditempatkan sebagai modal dasar sama seperti infrastruktur yang lain untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Bahkan, menurut Kurtubi, peran listrik lebih dari infrastruktur yang lain.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas