Imbas Corona, Ekonomi China Diprediksi Hanya Tumbuh 5 Persen
Dampak virus corona tidak hanya sebatas kesehatan saja, namun juga diprediksi dapat membuat ekonomi China hanya tumbuh 5 persen.
Editor: Sanusi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dampak virus corona tidak hanya sebatas kesehatan saja, namun juga diprediksi dapat membuat ekonomi China hanya tumbuh 5 persen.
Ekonom sekaligus Komisaris Independen BCA Raden Pardede mengatakan, turunnya ekonomi China maupun dunia akibat virus corona tidak akan sampai menuju jurang resesi.
"Meski menggerus ekonomi China 1 persen, tapi tidak ada resesi dalam 1 atau 2 tahun kedepan," ujarnya di Wisma Antara, Jakarta, Jumat (31/1/2020).
Baca: Evakuasi WNI dari Hubei Cina Menunggu Antrean
Baca: Menlu: Evakuasi WNI di Wuhan Dapat Izin dari China, Pesawat Besar Tanpa Transit Siap Berangkat
Baca: Ekonom: Virus Corona Bisa Gerus Pertumbuhan Ekonomi Dunia 0,5 Persen
Menurut Raden, pasar keuangan saat ini sedang dihantui teori "black swan" yang merujuk pada peristiwa langka yang berdampak besar, sulit diprediksi, dan di luar perkiraan biasa.
"Black swan seperti virus corona dampaknya luar biasa bisa. Ekonomi dunia bisa alami penurunan dari virus corona, mobilitas orang berkurang, ini di luar perkiraan semua," katanya.
Sebelumnya, jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona telah mencapai 170 orang dan dengan kasus di Tibet, virus itu dipastikan telah menyebar ke semua wilayah di daratan China.
Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan terdapat 7.711 kasus virus corona di wilayah China per 29 Januari 2020.
Kasus akibat virus tersebut juga telah menyebar ke 16 negara lain.
WHO akan menggelar pertemuan pada Kamis untuk membahas apakah akan menetapkan kasus ini sebagai darurat kesehatan dunia atau tidak.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.