Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sri Mulyani Tegur Kepala BKPM Dipicu Lemahnya Pertumbuhan Investasi

"Pak Bahlil akan bekerja sangat keras, sebenarnya sangat lemah di kuartal IV hanya 4,06 persen. Ini jauh lebih rendah,"

Sri Mulyani Tegur Kepala BKPM Dipicu Lemahnya Pertumbuhan Investasi
TRIBUNNEWS.COM/Yanuar Riezqi Yovanda
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung BKPM. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegur Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia karena investasi tumbuh sangat lemah pada kuartal IV 2019.

Pada saat Bahlil mulai menjabat tersebut, Sri Mulyani menyampaikan, pertumbuhan investasi hanya 4,06 persen pada kuartal IV dan 4,45 persen sepanjang 2019 atau melambat dari 6,64 persen pada 2018.

Bahkan angka 4,06 persen itupun jauh dibawah target Sri Mulyani yang memperkirakan pertumbuhan investasi di atas 6 persen.

Baca: Pengamat Ungkap Ahok Miliki Nilai Tambah karena Sikap Tegasnya, Yunarto: Padahal Pernah Kena Semprot

"Pak Bahlil akan bekerja sangat keras, sebenarnya sangat lemah di kuartal IV hanya 4,06 persen. Ini jauh lebih rendah dari yang diperkirakan oleh menteri keuangan bahwa investasi dapat tumbuh di atas 6 persen," ujarnya di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Eks direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, pemerintah sepenuhnya menyadari momentum ekonomi yang sudah melemah, khususnya pada setengah tahun lalu.

"Pada pertumbuhan kuartal terakhir tahun 2019, menunjukkan konsumsi tumbuh di bawah 5 persen. Ini adalah saat kami benar-benar ingin berlayar dengan hati-hati," kata Sri Mulyani.

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi pada 2020 ini diharapkan sedikit lebih optimistis dari 2019 berdasarkan riset dari lembaga keuangan nasional.

"Kami benar-benar berharap bahwa tahun 2020 akan menjadi sedikit lebih optimis. Sebelumnya dinyatakan oleh banyak lembaga yakni IMF, World Bank bahwa 2020 seharusnya lebih baik dari 2019," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas