Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

‎Rupiah Anjlok Imbas Corona, Pemerintah Diminta Cermati Pergerakan Inflasi

Agus menjelaskan pemerintah perlu meyakinkan dunia usaha, para investor, termasuk masyarakat tidak perlu panik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in ‎Rupiah Anjlok Imbas Corona, Pemerintah Diminta Cermati Pergerakan Inflasi
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI?, Agus Eko N bersama narasumber lain dalam diskusi bertajuk "Mengukur Efek Korona : Siapkah kita? ", di Jl Wahid Hasyim, Jakpus??, Sabtu (29/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus angka Rp 14.000 pada Jumat (28/2/2020) kemarin karena dampak penyebaran virus corona.

Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI‎, Agus Eko N berpendapat pemerintah harus bergerak cepat mengantisipasi hal tersebut agar rupiah tidak makin terpuruk.

"‎Virus ini sudah berdampak ke nilai rupiah. Untuk antisipasi pemerintah harus amati pergerakan inflasi jangan sampai tidak terkendali," tutur Agus saat menjadi narasumber diskusi bertajuk "Mengukur Efek Korona : Siapkah kita? ", di Jl Wahid Hasyim, Jakpus‎‎, Sabtu (29/2/2020).

Agus menjelaskan pemerintah perlu meyakinkan dunia usaha, para investor, termasuk masyarakat tidak perlu panik.

Baca: Wabah Virus Corona Kian Meluas, WHO Naikkan Darurat Global ke Level Tertinggi, Simak Penjelasannya

Jika panik dikhawatirkan terjadi inflasi yang tidak terkendali. Dipastikan efeknya sangat luar biasa termasuk meningkatnya suku bunga.

"Karena itu yakinkan supaya tidak panik dan lakukan operasi pasar utamanya untuk makanan dan minuman karena itu komponen penting," tuturnya.

‎Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pasar keuangan global memang ikut terguncang akibat menawahnya corona.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Rizal Ramli: Ekonomi Indonesia Lesu Bukan Dampak dari Virus Corona

Para investor berlomba menarik diri dari bursa karena khawatir dampak corona terus meluas di sektor keuangan.

"Pasar keuangan global memang sedang meradang, karena memang investor global mengira dampak dari pergerakan corona virus itu memang menyebar," ‎ucap Perry di Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas