Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Strategi Jitu Koperasi Simpan Pinjam KUD Mintorogo Demak Hadapi Covid-19

Di tengah merebaknya wabah Corona Virus Disease (Covid-19) yang terjadi di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, sektor perekonomian menjadi sekt

Strategi Jitu Koperasi Simpan Pinjam KUD Mintorogo Demak Hadapi Covid-19
LPDB-KUMKM
Koperasi Simpan Pinjam KUD Mintorogo Demak. 

TRIBUNNEWS.COM, DEMAK - Di tengah merebaknya wabah Corona Virus Disease (Covid-19) yang terjadi di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia, sektor perekonomian menjadi sektor paling rentan yang mengalami dampaknya. Para pelaku usaha seperti Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) tidak luput dari krisis ekonomi dan keuangan yang akan terjadi akibat bencana dunia tersebut.

Sebagai Badan Layanan Umum (BLU) dari satuan kerja Kementerian Koperasi dan UKM, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus mendata sejumlah KUMKM yang kinerja dan usahanya mengalami dampak Covid-19. Di antaranya, KSP KUD Mintorogo yang berada di Kabupaten Demak Jawa Tengah.

Menurut Manajer Operasional dan Pemasaran KSP KUD Mintorogo Apriliya Ikayanti, kegiatan operasional koperasi masih terus berjalan walaupun ada pengurangan jam layanan. Beberapa anggota masih tetap melakukan pembayaran angsuran, namun beberapa anggota lainnya meminta toleransi untuk tidak melakukan pembayaran angsuran pada bulan Maret, khususnya pada sektor industri mebel, transportasi, dan makanan seperti warung, kantin sekolah dan katering.

Baca: Cara Singapura Hadapi Dampak Ekonomi akibat Covid-19, Upah dan Bantuan untuk Wiraswasta

“Untuk data anggota yang usahanya terdampak Covid-19 dapat kami sampaikan pada awal bulan April mendatang. Kami harus melakukan rekap angsuran sampai dengan akhir bulan Maret, karena beberapa anggota berkomitmen akan melakukan angsuran pembayaran pada akhir bulan ini,” kata April.

Permasalahan lainnya muncul beberapa hari setelah adanya pidato Presiden Jokowi tentang penangguhan angsuran bagi UMKM.

“Anggota banyak yang menanyakan teknis penangguhan yang dimaksud dan mempertanyakan perihal keamanan dana karena adanya proses penangguhan tersebut. Namun kami menyikapinya dengan melakukan pembinaan secara langsung berupa kunjungan lapangan maupun tidak langsung yaitu melalui flyer atau brosur. Namun kekhawatiran tetap ada, terutama apabila masih ada anggota yang belum mengerti penjelasan dari kami,” jelas April.

Koperasi yang telah mendapatkan pinjaman/pembiayaan dari LPDB-KUMKM sejak tahun 2009 ini mengakui besarnya manfaat dana bergulir terhadap 37.210 anggotanya (data per Februari 2020). Oleh karena itu, dengan adanya kepercayaan yang diberikan LPDB-KUMKM tersebut, pihaknya berkomitmen tidak akan lalai dalam memonitor kinerja dan usaha anggotanya.

Kunjungan lapangan sebagai upaya pendataan kondisi usaha anggota yang terdampak atas pandemik Covid-19 terus dilakukan. Langkah awal mengantisipasi kemacetan pembayaran anggota juga sedang diupayakan, dalam wujud pembinaan dan pemberian toleransi pembayaran sampai dengan akhir bulan atau mundur dari tanggal jatuh tempo angsuran.

Baca: Peluang Restrukturisasi Pinjaman, LPDB Data KUMKM Terdampak Covid-19

Baca: Ada Wabah Corona, Dirut LPDB Jamin Layanan Pembiayaan Tetap Optimal

April menjelaskan, koperasi terus mencari upaya dan strategi menghadapi masalah global saat ini, salah satunya dengan restrukturisasi pinjaman atau pengalihan produk pinjaman. Hal ini diambil apabila memang sudah tidak ada sumber pembayaran yang bisa diharapkan. Apabila koperasi mengalami penurunan omset atau volume usaha, maka akan diambil opsi rescheduling atau perpanjangan jangka waktu pinjaman, yang disesuaikan dengan kemampuan bayar anggota saat ini.

Terkait kebijakan khusus yang diterapkan koperasi yang berdiri sejak tahun 1980 ini terhadap pelayanan kepada anggota saat pandemik Covid-19, dikatakan belum ada. Artinya tetap menerima pembayaran secara langsung ke kantor operasional, upaya “jemput bola” dari petugas lapangan ke anggota, juga dapat melalui proses transfer ke rekening koperasi (baik melalui m-banking, internet banking, ataupun virtual account).

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas