Tribun Bisnis

Soal Masuknya TKA China, Kemenko Marves: Jangan Negatif, Itu Melalui Proses Ketat

Para TKA China ini akan dipekerjakan pada sejumlah proyek infrastruktur tanah air, sehingga keberadaan mereka sangat diperlukan

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Sanusi
Soal Masuknya TKA China, Kemenko Marves: Jangan Negatif, Itu Melalui Proses Ketat
HANDOUT
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin saat melakukan studi bersama Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Bramantyo, di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan kedatangan para Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke Indonesia melalui proses pengecekan kesehatan yang ketat.

Deputi Bidang Kooordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Maritim dan Investasi Ridwan Djamaluddin pun meminta agar masyarakat tidak berpikir negatif terkait kedatangan TKA China ini.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam video conference, Kamis (2/4/2020).

"Saya sekali lagi mengatakan semua itu melalui proses yang ketat," ujar Ridwan.

Baca: Fraksi PAN DPR Sesalkan Masih Ada TKA China Masuk Wilayah RI di Tengah Pandemi Corona

Baca: Menkumham Yasonna Laoly: Kedatangan 49 TKA China di Kendari Negatif Corona dan Tak Langgar UU

Menurutnya, saat ini China mulai bangkit dari keterpurukannya pasca mewabahnya virus corona (Covid-19).

"Yang penting kita sikapi sekarang adalah contoh Tiongkok (China) yang sudah bangkit, hampir normal lagi. Artinya jangan kita berpretensi negatif kalau TKA Tiongkok datang itu membahayakan," kata Ridwan.

Para TKA China ini akan dipekerjakan pada sejumlah proyek infrastruktur tanah air, sehingga keberadaan mereka sangat diperlukan untuk menjamin kelancaran progress pengerjaan proyek.

Ridwan belum menjelaskan secara rinci terkait proyek infrastruktur mana yang akan diprioritaskan terlebih dahulu.

"Proyek infrastruktur sekarang belum secara spesifik yang mana mau diprioritaskan, yang mana mau ditunda," jelas Ridwan.

Kendati demikian, ia menekankan bahwa pemerintah tetap mengutamakan keselamatan para pekerja di tengah mewabahnya corona.

Saat ini pemerintah memang tengah menerapkan kebijakan pembatasan interaksi fisik maupun sosial (physical dan social distancing) untuk menekan penyebaran virus ini.

"Prinsipnya itu tadi, safety first," pungkas Ridwan.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas