Imbas Pandemi Virus Corona, Boeing Tawarkan Program PHK untuk 161.000 Karyawannya
Program PHK secara sukarela ini merupakan dampak dari wabah virus corona atau Covid-19 yang membuat bisnis penerbangan dalam keadaan sulit
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS), Boeing mulai menawarkan program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 161.000 karyawannya.
Program PHK secara sukarela ini merupakan dampak dari wabah virus corona atau Covid-19 yang membuat bisnis penerbangan dalam keadaan sulit.
Baca: Pemerintah Disarankan Hapus Pajak Dividen Perorangan untuk Kurangi PHK
Mengutip dari laman CBS News pada Sabtu (4/4/2020), melalui memonya CEO Boeing, Dave Calhoun, mengatakan paket PHK sukarela itu sendiri disertai gaji dan tunjangan.
"Program ini ditawarkan karena kemungkinan industri penerbangan akan pulih sangat lambat, karena penyebaran wabah Covid-19," ucap Calhoun.
Ia menyebutkan, bahwa pendapatan Boeing tergerus setelah virus ini menyebar, dan banyak maskapai penerbangan mulai mengurangi pembelian pesawat baru.
"Jelas ini akan membutuhkan waktu tahunan, bagi industri penerbangan untuk pulih dari krisis yang sulit ini," kata Calhoun.
Baca: Pasar Tanah Abang Bakal Dibuka Kembali Senin Pekan Depan
Menurut Calhoun, pandemi Covid-19 juga akan mempengaruhi jenis permintaan pasar komersial, baik dari sisi produk maupun layanan.
"Kami perlu menyeimbangkan penawaran dan permintaan, sesuai dengan perkembangan industri dalam proses pemulihan industri beberapa tahun mendatang.
PHK Menghantui Industri Otomotif di AS
Penyebaran wabah virus corona atau Covid-19, mulai mengancam perekonomian dunia.
Berbagai negara telah memberlakukan kebijakan, agar masyarakatnya melakukan aktivitas dari rumah mulai dari bekerja hingga belajar termasuk negara Amerika Serikat (AS).
Baca: Pemerintah Disarankan Hapus Pajak Dividen Perorangan untuk Kurangi PHK