Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Dirut LPDB-KUMKM Tinjau Kegiatan Usaha UMKM di Pasar Beringharjo

Supomo ingin memastikan dampak wabah Covid-19 terhadap kegiatan usaha pelaku UMKM yang merupakan pedagang pasar tersebut.

Dirut LPDB-KUMKM Tinjau Kegiatan Usaha UMKM di Pasar Beringharjo
LPDB-KUMKM
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Supomo meninjau pasar Beringharjo di Jalan Malioboro Kota Yogyakarta, Jumat (10/4/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, Yogyakarta - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Supomo meninjau pasar Beringharjo di Jalan Malioboro Kota Yogyakarta, Jumat (10/4/2020).

Supomo ingin memastikan dampak wabah Covid-19 terhadap kegiatan usaha pelaku UMKM yang merupakan pedagang pasar tersebut.

“Mereka (pedagang) masih happy, karena mereka tidak sendiri dan mereka tahu pedagang semua merasakan itu (dampak). Dengan kondisi Covid-19 mau tidak mau LPDB-KUMKM bersama KSPPS BMT Beringharjo harus saling menguatkan,” kata Supomo di pasar Beringharjo.

KSPPS BMT Beringharjo yang anggotanya meliputi pedagang pasar Beringharjo diharapkan memberikan keringanan berupa relaksasi pinjaman/kredit agar meringankan pedagang yang terkena dampak wabah Covid-19.

Jumlah anggota KSPPS BMT Beringharjo di pasar ini sebanyak 9.500 anggota, terdiri dari 500 bagian pembiayaan dan 9000 tabungan.

“Jadi pemerintah hadir melalui BMT, para pedagang diberi kelonggaran relaksasi pembayaran dan itu LPDB-KUMKM tidak tertutup kemungkinan ke koperasi BMT Beringharjo, karena di lapangan sudah terlihat seperti ini. LPDB-KUMKM tidak melihat rangkaian sampai ke bawah gak ada. Artinya BMT memberikan relaksasi,” ujar Supomo.

KSPPS BMT Beringharjo telah mendapat suntikan dana bergulir senilai Rp15 miliar dari LPDB-KUMKM. Supomo berharap dana tersebut disalurkan tepat sasaran, khususnya bagi pelaku UMKM anggota koperasi yang sangat membutuhkan modal agar usahanya tetap berkelanjutan meski dihantam pengaruh wabah Covid-19.

“Kita LPDB-KUMKM tidak memberikan relaksasi kepada pedagang langsung tetapi melalui BMT Beringharjo, nanti BMT melakukan relaksasi kepada pedagang yang menjadi anggota-anggotanya. Nah LPDB-KUMKM belum ke koperasi karena kita mau injek yang baru, itupun sangat hati-hati,” tandasnya.

Saat di lokasi, Supomo meninjau kios-kios pedagang. Dimulai dari lantai dasar, Supomo melihat beragam penjual makanan, mulai dari brem bulat, bakpia, hingga ting-ting.

Pedagang batik di sini juga sangat lengkap, mulai dari kain hingga yang sudah jadi pakaian, bahan katun hingga sutera.

Halaman
12
Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas