Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bank Banten dan Bank BJB akan Merger, Bagaimana Harga Sahamnya?

Melihat aksi koroporasi bank yang dinilai positif, maka Hans membuat rekomendasi beli untuk BJBR

Bank Banten dan Bank BJB akan Merger, Bagaimana Harga Sahamnya?
IST
ILUSTRASI. Merger Akuisisi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, tekanan yang terjadi di pasar keuangan, kususnya pasar modal membuat sebagian besar bank mengalami penurunan harga.

Hans menyampaikan, kekhawatiran perlambatan aktivitas ekonomi akibat wabah virus corona atau Covid-19 membuat sebagian orang menjual sahamnya.

Baca: OJK Dinilai Mendorong Aksi Merger Supaya Muncul Bank-bank Skala Besar di Indonesia

"Tetapi bagi sebagian orang yang paham tentu ini membuka peluang pembelian dan bila dilakukan investasi dalam jangka panjang akan sangat menguntungkan. Industri keuangan biasa di nilai dengan PBV atau price book value," ujarnya di Jakarta, Jumat (24/4/2020) kemarin.

Rasio ini yakni membandingkan harga saham dengan nilai buku perlembar saham.

Sementara nilai buku per lembar saham sendiri di ambil dari pengurangan jumlah aset dengan kewajiban perusahaan.

"Hal ini dikenal sebagai ekutas perusahaan, data ini lalu di bagi jumlah saham beredar.
Industri bank baik dari sisi aset maupun kewajiban sudah mencermintan nilai pasar atau harga wajar," kata Hans.

Kendati demikian, memang ada beberapa aset tetap yang nilainya masih tercatat dengan nilai buku yang tidak selalu di lakukan revaluasi.

Tetapi melihat hal tersebut, Hans melihat aksi merger PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) ke dalam PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) masih punya peluang.

"Berdasarkan perhitungan kami PBV BJBR dengan harga Rp 910 ada di angka 0,74. Padahal dalam keadan normal, BJBR biasa diperdagangkan pada PBV 2,28 kali sampai 3,36 kali," tuturnya.

Baca: Cerita 3 Orang yang Dikarantina di Rumah Hantu Sragen: Tak Tahan Sering Diganggu Makhluk Halus

Adapun, bila mengacu pada PBV 1 kali maka BJBR masih berpeluang naik ke level Rp 1.236.

Melihat aksi koroporasi bank yang dinilai positif, maka Hans membuat rekomendasi beli untuk BJBR.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas