Tribun Bisnis

Virus Corona

Ekonomi Rusia Diprediksi Turun 5 Persen Tahun Ini Gara-gara Virus Corona

Pertumbuhan ekonomi negara-negara maju pun diprediksi berkontraksi sebesar 5,8 persen pada 2020 ini

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ekonomi Rusia Diprediksi Turun 5 Persen Tahun Ini Gara-gara Virus Corona
AFP/ALEXANDER NEMENOV
Seorang wanita muda mengenakan masker, berjalan di Lapangan Merah. Katedral St. Basil. Moskow. Rabu (25/3/2020). Di tengah kekhawatiran tentang penyebaran virus corona COVID-19 yang mengunci sepertiga bagian dunia, (AFP/Alexander NEMENOV) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Perusahaan bisnis dan jasa keuangan asal Amerika Serikat (AS), Moody's Corporation menilai krisis yang ditimbulkan akibat munculnya virus corona (Covid-19) makin memperburuk kondisi ekonomi semua negara G20.

Dikutip dari laman Russia Today, Kamis (30/4/2020), pertumbuhan ekonomi negara-negara maju pun diprediksi berkontraksi sebesar 5,8 persen pada 2020 ini.

Baca: Selain Kereta Api, Kini Pergerakan Kapal Mewah Kim Jong Un Terlihat di Wonsan

Sementara harga minyak diperkirakan akan tetap berada di level rendah.

"Pandemi virus corona akan mendorong resesi yang mendalam pada tahun 2020 dan meninggalkan kelesuan jangka panjang pada ekonomi global. Bahkan dengan pemulihan bertahap, PDB riil 2021 di sebagian besar negara maju, diperkirakan berada di bawah tingkat pra-corona," kata agensi tersebut.

Perlu diketahui, awal bulan ini, International Monetary Fund (IMF) mengatakan ekonomi global diperkirakan akan menyusut tiga persen pada tahun 2020.

Baca: Legislator PAN Kritik Bansos yang Sempat Tersendat Karena Tunggu Tas Berlabel 'Bantuan Presiden'

Pemberi pinjaman global ini kemudian menambahkan, krisis yang dipicu pandemi itu kemungkinan akan mengakibatkan resesi terburuk sejak 1930-an.

"Sangat mungkin bahwa tahun ini ekonomi global akan mengalami resesi terburuk sejak sebelumnya mengalami depresi hebat, melebihi yang terlihat selama krisis keuangan global pada satu dekade lalu," kata IMF.

Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas