Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Chappy Hakim: Tanpa Tindakan Serius, 50 Persen Penerbangan Dunia Akan Bangkrut

Pengamat Penerbangan dari Pusat Studi Air Power Indonesia, Chappy Hakim menilai industri penerbangan secara global sedang berada di ujung jurang

Chappy Hakim: Tanpa Tindakan Serius, 50 Persen Penerbangan Dunia Akan Bangkrut
Chappy Hakim 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Penerbangan dari Pusat Studi Air Power Indonesia, Chappy Hakim menilai industri penerbangan secara global sedang berada di ujung jurang.

Menurutnya, wabah Covid-19 yang terus berlanjut memungkinkan 50 persen perusahaan maskapai di dunia akan gulung tikar alias bangkrut.

"Ancaman wabah ini yang sangat terpukul adalah industri penerbangan. Di Amerika prioritas stimulus itu diberikan kepada industri penerbangan, dengan pertimbangannnya adalah pengalaman tragedi 9/11 'nine eleven'," kata Chappy, Sabtu (2/5/2020).

Baca: Profil Erwin Prasetya Bassis Dewa 19 Pertama, Penulis Lagu Misteri Illahi untuk Ari Lasso

Baca: Rumah Sakit Darurat Pulau Galang Rawat 34 Pasien Positif Covid-19

Ia menjelaskan bahwa Center for Asia Pacific Aviation (CAPA) yang bermarkas di Australia mewanti-wanti maskapai di dunia akan segera bangkrut apabila pemerintah tidak melakukan tindakan pencegahan.

"Bahkan Cathay Airlines terpaksa merumahkan 33 ribu awak kabin. Seperti ini gambaran industri penerbangan di dunia," tuturnya.

Menurutnya, industri penerbangan sepatutunya mendapat perhatian serius dari setiap pemerintahan negara, karena tanpa maskapai, destinasi wisata, hotel, dan restoran juga tidak akan ramai.

"Saya analogikan jalur udara seperti aliran udara dan oksigen di dalam tubuh manusia. Sangat penting," pungkasnya.

Mantan KSAU itu mengkhawatirkan keadaan terburuk maskapai penerbangan komersial akan menjadi lahan yang tidak menarik lagi bagi pebisnis.

"Tidak ada lagi pengusaha yang tertarik bergiat di bidang angkutan udara komersial karena sama sekali tidak menjanjikan bayangan keuntungan dari aspek apapun juga," sebut dia.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas