Tribun Bisnis

Erick Thohir Rombak Direksi dan Komisaris Wika

Erick Thohir mencopot Tumiyana dari jabatan direktur utama digantikan oleh Agung Budi Waskito.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Erick Thohir Rombak Direksi dan Komisaris Wika
IST
Menteri BUMN Erick Thohir saat kunjungan langsung kesiapan laboratorium Bio Farma di Bandung, Kamis (21/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali merombak direksi dan dewan komisaris BUMN Karya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Erick mencopot Tumiyana dari jabatan direktur utama digantikan oleh Agung Budi Waskito.

Sebelum diangkat menjadi direktur utama, Agung menjabat sebagai Direktur Operasional I.

Posisi baru Direksi dan Komisaris Wijaya Karya disepakati dalam apat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 di Jakarta, Senin (8/6/2020).

Sekretaris Perusahaan Wika Mahendra Vijaya mengatakan RUPST berlangsung dengan tetap mengacu pada protokol pencegahan Covid-19 di antaranya melakukan pengukuran suhu badan, penyediaan hand sanitizer dan pemberlakuan physical distancing.

Baca: Tujuh Terminal Bus di Jabodetabek Kembali Layani Pemberangkatan Armada AKAP dan AKDP

"Pada mata acara ke-9, RUPST menyetujui usulan perubahan pengurusan Perseroan dengan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang baru," kata Mahendra.

Baca: PLN: Tagihan Listrik yang Melonjak Bisa Dicicil, Bayar 60 Persen Dulu. . .

Berikut susunan direksi dan dewan komisaris Wijaya Karya yang baru:

Direktur Utama : Agung Budi Waskito
Direktur Keuangan : Ade Wahyu
Direktur Quality, Health, Safety and Environment : Rudy Hartono
Direktur Human Capital dan Pengembangan : Mursyid
Direktur Operasi I : Hananto Aji
Direktur Operasi II : Harum Akhmad Zuhdi
Direktur Operasi III : Sugeng Rochadi

Komisaris Utama : Jarot Widyoko
Komisaris : Edy Sudarmanto
Komisaris : Firdaus Ali
Komisaris : Satya Bhakti Parikesit
Komisaris Independen : Adityawarman
Komisaris Independen : Harris Arthur Hedar
Komisaris Independen : Suryo Hapsoro Tri Utomo

Hingga April 2020, Wika telah mencatatkan kontrak baru sebesar Rp2,83 Triliun yang mana sebagian besarnya disumbangkan oleh sektor Industri dan disusul dengan Infrastruktur & Building, Property, dan didukung pula oleh sektor Energy dan Industrial Plant. 

Dari segi ownership, mayoritas dari kontrak baru tersebut berasal dari swasta, disusul dengan pemerintah dan sebagiannya lagi merupakan buah dari sinergi BUMN.

"Dengan kontrak baru tersebut, Wika kini telah memiliki kontrak dihadapi sebesar Rp80,68 Triliun. Ini menjadi tanggung jawab kita untuk bisa menjawab kepercayaan yang diberikan oleh publik dengan strategi yang tepat,” terang Mahendra.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas