Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Faisal Basri Sependapat dengan Luhut, Pemulihan Ekonomi Indonesia Perlu 5 Tahun

Faisal mengatakan, Indonesia butuh 5 tahun untuk memulihkan perekonomian hingga kembali tumbuh 5 persen per tahun.

Faisal Basri Sependapat dengan Luhut, Pemulihan Ekonomi Indonesia Perlu 5 Tahun
Ria Anatasia/tribunnews.com
Ekonom Indef Faisal Basri dalam diskusi di Kedai Kopi, Jakarta, Rabu (14/8/2019). (Ria Anatasia) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom senior Indef Faisal Basri menyetujui pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terkait pemulihan ekonomi Indonesia akibat dampak pandemi corona atau Covid-19.

Faisal mengatakan, Indonesia butuh 5 tahun untuk memulihkan perekonomian hingga kembali tumbuh 5 persen per tahun.

"Setuju sama apa yang dikatakan oleh Pak Luhut bahwa Indonesia butuh waktu 5 tahun baru semuanya pulih. Mungkin tidak sampai 5 tahun kalau desain kebijakannya akan lebih baik," ujarnya saat teleconference di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Menurutnya, kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah jumlahnya masih sedikit dibanding PDB Indonesia, sehingga tidak bisa pulih secara cepat.

Baca: Faisal Basri Kritik Program PEN: Jangka Pendek dan Banyak Utang Negara Mengalir ke BUMN

"Saya setuju sekali dengan dikatakan sebetulnya stimulus fiskal yang dikaitkan dengan pemulihan ini relatif sangat sedikit. Belum lagi aktivitas ekonomi menurun kira-kira 50 persen," kata Faisal.

Baca: Menko Airlangga: Pak Gubernur BI, Rupiah Sudah Terlalu Kuat

Dia menambahkan, beda halnya jika pemerintah berani lebih jor-joran dalam memberikan stimulus ekonomi agar prediksi International Monetary Fund (IMF) terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa jadi kenyataan.

Baca: Surat PHK Dikirim Tengah Malam, 181 Pilot Kontrak Garuda Indonesia Kehilangan Pekerjaan

"Karena itulah maka kesimpulannya, kelihatannya pemulihan akan seperti itu, tidak bisa optimis menggelontorkan uang sebanyak-banyaknya. Barangkali kalau kita mengikuti prediksi IMF, pertumbuhan tahun 2021 bisa 8,5 persen jadinya kemungkinan besar itu tidak akan terjadi sampai lima tahun kedepan," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas