Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menkeu Proyeksi Perekonomian RI Tumbuh -3,1 Persen Pada Kuartal II-2020

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan, perekonomian RI berada dalam tekanan paling berat pada kuartal II tahun ini.

Menkeu Proyeksi Perekonomian RI Tumbuh -3,1 Persen Pada Kuartal II-2020
Dokumen Biro KLI Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

Pihaknya berharap meski mengalami tekanan cukup dalam pada kuartal II nanti, kondisi perekonomian bisa mulai pulih di kuartal III dan lebih baik lagi di kuartal IV.

"Kita masih menggunakan antara 0,4 persen hingga 2,3 persen meski poin estimate mulai mendekati 0 persen hingga 1 persen. Kita akan lihat terus karena masih melihat berbagai perkembangan," jelas dia.

Faisal Basri: Siap-siap, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Minus 3,9 Persen

Ekonom Senior Indef Faisal Basri menyampaikan skenario pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa minus akibat pandemi corona atau Covid-19.

Faisal memprediksi skenario pertama pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah minus 2,8 persen tahun ini, kemudian skenario kedua yakni terburuk hingga minus 3,9 persen.

Baca: Komisi XI DPR: Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Masih Terlalu Tinggi

Baca: PKS Minta Pemerintah Tetapkan Target Pertumbuhan Ekonomi Secara Kredibel dan Konsisten

"Skenario kedua minus 3,9 persen. Nah, jadi kita harus siap-siap untuk menghadapi kondisi terburuk ekonomi Indonesia merosot atau kontraksi 3,9 persen," ujarnya saat webinar, Selasa (16/6/2020).

Sedangkan, lanjutnya, realisasi pertumbuhan ekonomi negara maju sudah tercatat minus duluan pada kuartal I 2020, di antaranya Amerika Serikat (AS) dan kawasan Eropa.

"Sampai kuartal I, Amerika minus 4,8 persen. Kalau negara-negara Eropa kenyataannya minus 14,4 persen," kata Faisal.

Sementara itu, China pada kuartal 1 ini juga tidak kalah tajam penurunan ekonominya yakni minus 6,8 dengan kemungkinan keseluruhan tahun ini diprediksikan minus 2,6 persen.

Merosotnya pertumbuhan ekonomi negara-negara itu menurutnya akibat dari pandemi ini menyebabkan kendaraan transportasi tidak berjalan normal.

"Pesawat tidak jalan, permintaan minyak merosot sampai akhirnya harga minyak untuk pertama kalinya terjadi dalam sejarah, minyak West Texas intermediate harganya minus. Jadi kalau kita pesan kita dikasih uang, kemudian harga batu bara dan minyak juga mengalami kemerosotan cukup dalam, ini 2 komoditas andalan ekspor kita," pungkasnya. (Tribunnews.com)

Ikuti kami di
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas