Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

BPS Catat Inflasi 0,18 Persen, Tertinggi di Kendari

dari 90 kota IHK, 76 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kendari

BPS Catat Inflasi 0,18 Persen, Tertinggi di Kendari
Tribunnewswiki.com
Badan Pusat Statistik 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi sebesar 0,18 persen pada Juni 2020 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,06.

Kemudian, tingkat inflasi tahun kalender dari Januari–Juni 2020 sebesar 1,09 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun atau Juni 2020 terhadap Juni 2019 sebesar 1,96 persen.

Baca: Adhi Commuter Properti Selesaikan 3 Proyek LRT City untuk Segera Serah Terima ke Konsumen

Komponen inti pada Juni 2020 mengalami inflasi sebesar 0,02 persen,

sementara, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender dari Januari–Juni 2020 sebesar 0,86 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun atau Juni 2020 terhadap Juni 2019 sebesar 2,26 persen

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dari 90 kota IHK, 76 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 1,33 persen dengan IHK sebesar 104,80.

"Sementara, inflasi terendah terjadi di Makassar sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 105,51," ujarnya, Rabu (1/6/2020).

Selain itu, dia menjelaskan, deflasi tertinggi terjadi di Ternate sebesar 0,34 persen dengan IHK sebesar 105,43 dan terendah terjadi di Padangsidimpuan sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 105,38.

Adapun, untuk Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkann oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

Yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,47 persen, pakaian dan alas kaki 0,02 persen, kesehatan 0,13 persen, transportasi 0,41 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya 0,13 persen.

"Selanjutnya, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,28 persen," pungkasnya.

Di sisi lain, kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen, serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,03 persen.

Baca: Mantan DGS BI Jadi Komisaris Utama Mandiri Sekuritas

Lalu, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,08 persen.

Sementara, kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan yaitu kelompok pendidikan.

Ikuti kami di
Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas