Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Harga Sudah Turun, Importir Bawang Putih Bantah Langgar Aturan Relaksasi Impor

Produk bawang putih impor sudah memenuhi standar mutu dan keamanan pangan walapun tanpa rekomendasi tersebut

Harga Sudah Turun, Importir Bawang Putih Bantah Langgar Aturan Relaksasi Impor
Kompas.com/Firman Taufiqurrahman
Harga komoditas bawang putih impor mengalami kenaikan drastis di pasar tradisional di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga akibat ekses dari wabah virus Corona yang tengah melanda Tiongkok sebagai negara pengekspor, dan sejumlah negara Asia lainnya. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Choirul Arifin 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto, mempersoalkan ada 34 perusahaan yang melakukan impor bawang putih tanpa Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) yang menjadi kewenangan Dirjen Hortikultura.

Di depan Komisi IV DPR RI, Prihasto menyampaikan akan melaporkan ke 34 perusahaan tersebut ke Satgas Pangan karena telah melanggar Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Hortikultura.

Menanggapi pelaporan tersebut, Ketua Perkumpulan Pengusaha Bawang Nusantara (PPBN), Mulyadi, menjelaskan tidak ada yang dilanggar oleh pengusaha dalam mengimpor bawang putih selama periode relaksasi.

"Pengusaha berpegang pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2020 Tentang Relaksasi Impor. Permendag tersebut lahir karena perintah Presiden dan hasil Rakortas Kemenko Perekonomian yang merespon harga bawang putih dan bombay melonjak tinggi di tengah pandemi korona," jelas Mulyadi kepada media di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Mulyadi mengatakan, harga bawang putih saat itu mencapai Rp. 80.000 per kg dan bombay sampai Rp. 120.000 per kg. Sementara, harga normalnya di pasar cuma Rp. 20.000 per kg.

Baca: Pria Ini Kaget Saat Coba Letakkan Bawang Putih di Telinga Sebelum Tidur, Ternyata Begini Hasilnya

"Apakah impor bawang putih tanpa RIPH itu illegal? Jelas tidak, tegas Mulyadi. Semua impor bawang putih melalui karantina," tegasnya.

Mulyadi mengatakan, sesuai Rapat Koordinasi Teknis di Kemenko Perekonomian yang dihadiri Kemendag, Kementan dan Satgas Pangan. Badan Karantina sesuai tugas dan fungsinya ditunjuk untuk memeriksa dokumen dan kesehatan atas importasi bawang putih dan bombay, serta diizinkan mencatat ada atau tidak/belum ada RIPH.

"Jika impor bawang putih dan bombay melalui kebijakan relaksasi impor tersebut berhasil menurunkan harga di masayarakat, mengapa harus diributkan persoalan impor tanpa RIPH?," kata dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas