Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pengamat Indef Sarankan Pemerintah Rombak Total Stimulus Ekonomi

Pengamat Indef Bhima Yudhistira menyarankan pemerintah agar merombak total seluruh stimulus ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Pengamat Indef Sarankan Pemerintah Rombak Total Stimulus Ekonomi
IST/FB
Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Institute for Development of Economics (Indef) Bhima Yudhistira menyarankan pemerintah agar merombak total seluruh stimulus ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, hal itu perlu agar pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2020 tidak kembali minus terlalu dalam sehingga berujung pada resesi.

"Skema relaksasi kredit bagi UMKM itu harus diubah. Itu tidak terlalu efektif. Sekarang lebih baik bagaimana pemerintah memberikan hibah modal kerja, pemberian subsidi internet gratis bagi UMKM untuk masuk ke digital," ucapnya kepada Tribunnews, Rabu (5/8/2020).

Baca: Sektor Penerbangan Butuh Stimulus Ekonomi untuk Dukung Pemulihan Sektor Pariwasata

Bhima menegaskan pemerintah juga perlu memberikan insentif kepada UMKM agar mereka bisa memberlakukan protokol kesehatan yang lebih baik.

"Dengan cara itu konsumen akan lebih percaya membeli barang di UMKM," urainya.

Baca: Jokowi Minta Stimulus Ekonomi Diutamakan bagi Perusahaan yang Tak PHK Karyawan

Pengamat milenial Indef ini juga menyoroti stimulus perpajakan yang dinilai tidak berjalan efektif agar diubah menjadi bantuan langsung kepada penerima bansos.

Menurutnya pengurangan PPh kemudian keringanan pajak untuk korporasi sebaiknya diberikan langsung lewat bantuan sosial sehingga berdampak kepada masyarakat yg rentan miskin maupun yg miskin.

"Karena bansos itu langsung dibelanjakan. Sedangkan stimulus perpajakan kepada korporasi belum tentu bisa menyerap tenaga kerja, justru yg terjadi stimulus pajak makin besar, stimulus korporasi yang mencapai 24 persen dari total stimulus tetapi faktanya PHK tetap jalan," tuturunya.

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas