Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Proyek Bendungan Tamblang Bali Ditargetkan Rampung 2022

Proyek yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Bali Kementerian PUPR dikerjakan dengan masa pelaksanaan proyek

Proyek Bendungan Tamblang Bali Ditargetkan Rampung 2022
Tribunjateng/YAYAN ISRO ROZIKI
Ilustrasi proyek bendungan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT PP Tbk (PTPP) telah melaksanakan proses groundbreaking ceremony atas pembangunan proyek Bendungan Tamblang yang dilaksanakan pada hari Rabu (12/8/2020). 

Groundbreaking tersebut turut dihadiri oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida Kementerian PUPR Maryadi, Gubernur Bali I Wayan Koster, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SVP Divisi Infrastruktur 2 Pande Ketut, dan GM Divisi Infrastruktur 2 Apri Setiawan.

Baca: Dukung Ketahanan Pangan, PUPR Bangun Lima Bendungan Baru

Proyek pembangunan Bendungan Tamblang yang berlokasi di Desa Sawan dan Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali ini memiliki nilai proyek sebesar Rp 769 miliar. Pembiayaan proyek pembangunan tersebut bersumber dari APBN. 

Proyek yang dimiliki oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Bali Kementerian PUPR dikerjakan dengan masa pelaksanaan proyek 48 bulan secara multiyears.

Adapun luas lahan yang diperuntukan untuk pembangunan bendungan Tamblang mencapai 59,79 hektare (ha) yang tersebar di empat Desa, yaitu: Desa Sawan seluas 38,58 ha, Desa Bila seluas 12,22 ha, Desa Bontihing seluas 6,49 ha dan Desa Bebetin seluas 1,48 ha. 

Baca: Remaja Tenggelam di Bendungan Sitanduk Mamuju Tengah Ditemukan Tak Bernyawa

Proyek bendungan ini dikerjakan oleh PTPP bersama dengan PT Adi Jaya yang dituangkan dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO).

Adapun manfaat dari pembangunan proyek Bendungan Tamblang ini antara lain: memenuhi kebutuhan irigasi di Ungkulan seluas 588 ha dan dapat menjadi pengendali banjir dengan retensi 0,4%-0,5% terhadap puncak banjir. 

Manfaat lainnya dari kehadiran bendungan tersebut, yaitu menjadi penyedia air baku sebesar 510 liter per detik untuk kebutuhan Kecamatan Kubutambahan dan Kecamatan Sawan.

Selain itu, dengan dibangunnya Bendungan Tamblang dapat bermanfaat menjadi kawasan wisata air yang dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar bendungan. 

Proyek bendungan ini ditargetkan dapat rampung pada tahun 2022 dan dapat digunakan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH)sebesar 0,538 MW (2x269 kwh). 

"Bendungan Tamblang didesain memiliki kapasitas tampungan sekitar 7,6 juta meter kubik dengan tinggi bendungan dari dasar sungai mencapai 68 meter,” ujar Direktur Utama PTPP Novel Arsyad dalam siaran pers, Rabu (12/8/2020).

Proyek pembangunan Bendungan Tamblang merupakan salah satu dari 65 bendungan yang menjadi Proyek Strategis Nasional (“PSN”) dan menjadi salah satu priortas dari Program Nawa Cita Presiden Joko Widodo. 

Adapun lingkup pekerjaan yang dilaksanakan oleh PTPP, antara lain: pekerjaan persiapan, pekerjaan galian jalan masuk dan inspeksi, pekerjaan jalan masuk (access road), pekerjaan jalan inspeksi, pekerjaan terowongan pengelak, pekerjaan bendungan utama, pekerjaan bangunan pelimpah, pekerjaan bangunan pengambilan, pekerjaan hidromekanikal, dan pekerjaan bangunan fasilitas.

Berita ini tayang di Kontan dengan judul: PTPP menggarap proyek Bendungan Tamblang senilai Rp 769 miliar

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas