Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Laznas Baitulmaal Muamalat Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian 19 Tahun Berturut-turut

Laznas Baitulmaal Muamalat (BMM) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian untuk Laporan Keuangan tahun 2019.

Laznas Baitulmaal Muamalat Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian 19 Tahun Berturut-turut
ist
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Laznas Baitulmaal Muamalat (BMM) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian untuk Laporan Keuangan tahun 2019. Pencapaian serupa didapat BMM selama 19 tahun berturut-turut sejak lembaga sosial ini berdiri di 2000.

Hasil audit laporan keuangan tersebut dikeluarkan oleh Kantor Akuntan Publik AR Utomo. Auditor Independen tersebut menyatakan bahwa bukti audit yang diperoleh sudah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit yang dilakukan.

Plt. Direktur Eksekutif Baitulmaal Muamalat (BMM), Novi Wardi dalam keterangan pers tertulis kepada Tribunnews, Jumat (28/8/2020) mengaku bersyukur atas pencapaian ini.

Baca: MPR Kembali Menyandang Predikat WTP

"Insyaa Allah kami akan selalu menjaga amanah muzzaki dan tetap menjaga tata kelola yang baik. Publikasi atas hasil audit ini juga merupakan bentuk pertanggungjawaban dan transparansi kami kepada seluruh stakeholder BMM," ungkapnya.

Pihaknya berharap, dengan publikasi ini, kepercayaan masyarakat dan muzzaki kepada BMM dapat terus terjaga dan tumbuh serta dapat terus menyalurkan zakat, infak, sedekah dan wakafnya melalui BMM.

Hasil audit Nomor 00055/2.0883/AU.4/11/0834-2/1/VI/2020 atas Yayasan Baitulmaal Muamalat terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, laporan perubahan dana, laporan aset kelolaan dan laporan arus kas untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, serta ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya.

Baca: Menhub Terima Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan 2019 Dengan Predikat WTP dari BPK

Kantor Akuntan Publik AR Utomo menyatakan, pelaksanaan audit tersebut sudah berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.

Standar tersebut mengharuskan setiap Auditor Independen untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari kesalahan penyajian material.

Suatu audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti audit tentang angka-angka dan pengungkapan dalam laporan keuangan.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas