Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Bisnis
LIVE ●

Ini Cara Sandiaga Uno Agar UMKM Masih Berdaya di Tengah Pandemi

Pelaku usaha diharapkannya tidak saling menyalahkan, tetapi bijak menghadapi masalah lewat sistem perdagangan

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ini Cara Sandiaga Uno Agar UMKM Masih Berdaya di Tengah Pandemi
Istimewa
Sandiaga Uno berbincang dengan Rhoma Irama dalam live facebooknya, @sandiaga salahuddin uno; pada Selasa (12/5/2020) petang. 

TRIBUNNEWS.COM.COM, JAKARTA - Pandemi virus corona atau covid-19 berdampak langsung pada lesunya perekonomian nasional, termasuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya bidang pertanian.

Keluhan tersebut diungkapkan Founder OK OCE Indonesia, Sandiaga Uno seperti yang dirasakan Sumariati, petani tomat dan bawang asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTT).

Sumariati disampaikan Sandi mengeluhkan nasib ribuan petani tomat dan bawang di Lombok Timur yang merugi karena harga jual komoditas yang murah saat musim panen.

Menurutnya, masalah yang kini dialami masyarakat harus dihadapi dengan kepala dingin.

Baca: Dusdusan-YCAB Latih Pengusaha UMKM Jadi Wirausaha Digital Lewat Whatsapp

Pelaku usaha diharapkannya tidak saling menyalahkan, tetapi bijak menghadapi masalah lewat sistem perdagangan yang sederhana, terbuka dan berkeadilan.

Sistem tersebut disebutnya Kegerus.

Kegerus merupakan akronim Keroyok, Gerilya, dan Urai satu-satu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Keroyok, kita harus mampu menyelesaikan masalah ini, selesaikan dengan satu konsep distribusi sederhana, terbuka dan berkeadilan," ungkap Sandi dalam Webinar bersama OK OCE Indonesia dan Agricon Indonesia bertajuk 'Strategi Bisnis Pertanian di Tengah Pandemi bagi UMKM' pada Sabtu (29/8/2020).

"Gerilya, datang ke tempat langsung, sedangkan Urai satu-satu masalahnya, duduk bersama dan selesaikan," tambahnya.

Baca: Begini Strategi GoFood Lindungi Mitra UMKM dari Praktik Penipuan Social Engineering

Selain itu, Sandi berharap adanya inovasi dan sinkronisasi dari para pelaku usaha.

Misal, petani tidak lagi menjual komoditas mentah ke pasar, tetapi mengolah hasil panennya terlebih dahulu guna meningkatkan nilai ekonomis produknya.

Langkah tersebut disampaikannya seperti yang dilakukan Imel, pemilik sambal kemasan merek Bu Kribo.

Sambal yang semula merupakan pelengkap makanan khas tradisional diangkat potensinya dengan dikemas secara khusus.

"Mungkin sambel bisa diolah menjadi sambal taliwang, adanya ghost kitchen bisa bekerjasama dengan petani di Lombok Timur," jelasnya.

Sedangkan, keluhan para petani di Brebes Selatan, Bumiayu, Jawa Tengah yang mengeluhkan tidak lakunya produksi brokoli, kubis dan hasil panen lainnya dijawab Sandi sederhana.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas