Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Analis: Pelaku Pasar Masih Waspada Imbas Kisruh Demo Tolak UU Cipta Kerja

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan aksi penolakan UU Cipta Kerja menjadi perhatian pelaku pasar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
zoom-in Analis: Pelaku Pasar Masih Waspada Imbas Kisruh Demo Tolak UU Cipta Kerja
TRIBUN SUMSEL/TRIBUN SUMSEL/MA FAJRI
RICUH - Kericuhan antara mahasiswa dan pihak kepolisian saat unjuk rasa di Halaman Gedung DPRD Sumsel, Jalan POM IX Palembang, Kamis (8/10/2020). Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja, Aksi Demo mahasiswa ini berujung bentrok dengan aparat keamanan yang mengakibatkan sejumlah fasilitas umum dan kendaraan milik polisi rusak (TRIBUNSUMSEL/M.A.FAJRI) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan aksi penolakan UU Cipta Kerja menjadi perhatian pelaku pasar.

"Di dalam negeri, pasar masih mewaspadai demo yang kisruh yang bisa menahan penguatan nilai tukar rupiah," kata Ariston dihubungi Tribunnews, Jumat (9/10/2020).

Meski begitu, terhadap isu eksternal rupiah berpotensi menguat terhadap dollar AS di kisaran Rp 14.650 - Rp 14.800.

Baca: Demonstrasi Tolak UU Cipta Kerja Rusuh, Analis Prediksi IHSG Hari Ini Cenderung Tertekan

"Pagi ini sentimen positif dari pembicaraan stimulus fiskal AS masih membayangi pergerakan aset berisiko di pasar keuangan," urai Ariston.

Menurutnya, dollar AS terlihat melemah dengan sentimen positif ini.

Nilai tukar regional juga terlihat menguat terhadap dollar AS.

Rekomendasi Untuk Anda

"Stimulus AS diekspektasikan bisa membantu pemulihan ekonomi di tengah pandemi," tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas