Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

PSBB di Jakarta

PSBB Transisi Jakarta Berlaku Dua Pekan, Sejumlah Saham Ini Bisa dapat Angin Segar

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan pelonggaran kali ini membuat aktivitas ekonomi bisa kembali meningkat dibanding sebelumnya.

PSBB Transisi Jakarta Berlaku Dua Pekan, Sejumlah Saham Ini Bisa dapat Angin Segar
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
PSBB TRANSISI - Tim Operasi Yustisi 2020 Pencegahan Covid-19 Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, menggelar razia pelanggar aturan protokol kesehatan di Jalan Lapangan Bola, Senin (12/10/2020). Pemprov DKI Jakarta mengumumkan kebijakan PSBB Transisi Jilid II, mulai 12 Oktober hingga 25 Oktober mendatang. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta kembali dilonggarkan selama dua pekan mendatang, dus saat ini ibu kota kembali pada status PSBB transisi.

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan pelonggaran kali ini membuat aktivitas ekonomi bisa kembali meningkat dibanding sebelumnya.

Trafik jalan tol dapat kembali meningkat, begitu juga jasa transportasi dan restoran yang membaik.

Baca juga: PSBB Transisi di Ibu Kota, Apa Saja yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Warga Jakarta?

Secara tidak langsung, sektor perbankan dan perdagangan juga bisa ikut membaik jika daya beli kembali meningkat karena dilonggarkan.

"Selain properti, sektor jalan tol, perbankan, restoran, ritel dan trade memiliki prospek kinerja yang positif," jelas Sukarno, seperti dilansir dari Kontan dalam artikel "Selain properti, saham-saham ini bisa dapat angin segar dari pelonggaran PSBB Jakarta"

Selain sentimen positif pelonggaran PSBB, saham-saham di sektor tersebut, secara umum juga terdorong oleh disahkannya omnibus law cipta kerja.

Baca juga: DKI Terapkan PSBB Transisi, Tetap Waspada, Jalankan Protokol Kesehatan

Namun, di sisi lain, Sukarno juga mengatakan aksi demo buruh menolak omnibus law kemarin bisa menjadi ancaman terjadinya peningkatan kasus baru. Hal ini bisa mendorong terjadinya pengetatan PSBB kembali dan membuat pergerakan saham bisa kembali melemah dan cenderung fluktuatif.

Dus, Sukarno merekomendasikan untuk memperhatikan pergerakan dalam jangka pendek sambil melihat perkembangan selanjutnya. Investor ataupun trader bisa memanfaatkan teknikal yaitu jual ketika sudah overbought dan bisa beli kembali ketika sudah oversold.

Untuk saham-saham yang direkomendasikan Sukarno saat ini adalah PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dengan target harga Rp 4.240, PT Blue Bird Tbk (BIRD) dengan target harga Rp 1.040, PT Pakuwon Jati (PWON) dengan target harga Rp 470 dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dengan target harga Rp 690.

Selain itu, Sukarno juga merekomendasikan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dengan target harga Rp 800, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dengan target harga Rp 900, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan target harga Rp 3.460, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan target harga Rp 6.000, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan target harga Rp 5.050 dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dengan target harga Rp 1.410.

"Prospeknya bagus ke depan dan secara valuasi mayoritas sudah tergolong murah. Itu untuk target jangka pendek hingga menengah, boleh dikoleksi untuk saham-saham tersebut," jelasnya.

Editor: Sanusi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas