Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Hingga Pertengahan Oktober 2020, Pengajuan Restrukturisasi Kredit Bank BCA Capai Rp 107,9 Triliun

Total kredit BCA per akhir September 2020 tercatat sebesar Rp 581,9 triliun, angka ini turun 0,6 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Hingga Pertengahan Oktober 2020, Pengajuan Restrukturisasi Kredit Bank BCA Capai Rp 107,9 Triliun
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Acara BCA Expoversary 2020 yang digelar di ICE BSD Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (23/2/2020) sore. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk telah memproses Rp 107, 9 triliun pengajuan restrukturisasi kredit atau sekitar 19 persen dari total kredit hingga pertengahan Oktober 2020.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan langkah ini dilakukan sebagai bentuk pemberian keringanan terhadap nasabah debitur yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

"Pada sisi penyaluran kredit, BCA berfokus untuk membantu nasabah dalam merestrukturisasi kreditnya sejak awal pandemi. Sampai dengan pertengahan Oktober 2020, BCA memproses Rp107,9 triliun pengajuan restrukturisasi kredit atau sekitar 19 persen dari total kredit, yang berasal dari 90.000 nasabah," ujar Jahja, dalam Paparan Kinerja BCA Triwulan III 2020 yang digelar secara virtual, Senin (26/10/2020).

Sementara total kredit yang direstrukturisasi pada akhir 30 September 2020 adalah sebesar Rp 90,7 triliun atau 16 persen dari total kredit pada semua segmen.

Baca juga: BCA Catat Laba Bersih Rp 20 Triliun di Kuartal III 2020

"Kami sangat bersyukur atas program relaksasi dari regulator yang membantu perbankan dan nasabah dalam melewati masa yang sulit untuk mencapai pemulihan," kata Jahja.

Terkait laba bersih yang diperoleh pada kuartal III Tahun 2020, BCA membukukan Rp 20,0 triliun, angka ini mengalami penurunan 4,2 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yakni Rp 20,9 triliun.

Baca juga: BCA Sebut Tidak Ada Deposito Nasabah yang Hangus

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn mengatakan penurunan laba ini disebabkan adanya peningkatan biaya pencadangan perusahaan.

"Pencadangan Rp 9,1 triliun, (angka ini) naik dari sebelumnya Rp 5,6 triliun atau 160,6 persen secara year on year, sejaln dengan penurunan risiko kualitas kredit," kata Hera.

Total kredit BCA per akhir September 2020 tercatat sebesar Rp 581,9 triliun, angka ini turun 0,6 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas