Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Bisnis

Pengusaha Rokok Elektrik Tak Perlu Khawatirkan Penyusunan Standar Industri SNI

SNI bagi produk vape atau rokok elektrik akan mendorong pelaku usaha dan konsumen lebih transparan dari sisi kualitas dan karakteristik produk.

Editor: Choirul Arifin
zoom-in Pengusaha Rokok Elektrik Tak Perlu Khawatirkan Penyusunan Standar Industri SNI
Wartakota/Angga Bhagya Nugraha
ILUSTRASI (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pembahasan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk vape dinilai penting guna memberikan kepastian bisnis bagi pelaku industri dan perlindungan bagi masyarakat selaku konsumen.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Edy Sutopo mengatakan, SNI bagi produk vape atau rokok elektrik, termasuk e-liquid, akan mendorong pelaku usaha dan konsumen lebih transparan dari sisi kualitas dan karakteristik produk.

Sebagai industri yang baru berkembang beberapa tahun terakhir, produk yang dikategorikan sebagai hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL) ini telah memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

Saat ini, diperkirakan pengguna produk HPTL di Indonesia sudah lebih dari 2 juta jiwa.

Selain dari sisi konsumen, mayoritas pelaku industri HPTL merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga: Pengusaha RI Tidak Cemas Perusahaan Rokok Elektrik AS Hengkang dari Asia

Kementerian Perindustrian telah menyatakan komitmennya untuk membahas SNI vape pada 2021.

Akan tetapi, sempat muncul kekhawatiran dari beberapa produsen liquid vape di Indonesia mengenai hal tersebut. Beberapa produsen khawatir jika nantinya diterapkan sebuah standardisasi, akan memberatkan bagi sebagian produsen, khususnya UMKM. 

Baca juga: Pemerintah Diminta Awasi Penggunaan Rokok Elektrik

Berita Rekomendasi

Terkait dengan hal tersebut, Edy Sutopo meyakinkan bahwa standardisasi nasional atau SNI atas liquid vape akan bersifat sukarela sehingga tidak akan memberatkan.

“Setelah ditetapkan, SNI masih bersifat sukarela belum diberlakukan wajib. Pelaku usaha masih diberikan keleluasaan dala menerapkan SNI tersebut. Untuk para pelaku usaha vape tidak perlu khawatir dengan rencana penyusunan SNI E-liquid,” ujarnya,Rabu(4/11/2020).

SNI akan menjadi langkah awal dari regulasi untuk produk vape di Indonesia. Penetapan standar utamanya akan bertujuan untuk melindungi konsumen dan memastikan mutu produk yang dijual di pasaran.

Dalam prosesnya, pelaku industri akan terus dilibatkan sehingga standar yang dihasilkan akan efektif dan tepat sasaran.

Sebelumnya, beberapa asosiasi industri vape nasional terus mendorong pemerintah untuk segera menetapkan standardisasi bagi HPTL yang produknya cukup beragam.

Menurut Kemenperin, pembahasan SNI HPTL dimulai dari produk tembakau yang dipanaskan pada tahun ini dan dilanjutkan dengan SNI vape pada tahun depan dengan pertimbangan karakteristik industri dan produk serta keterbatasan waktu dan sumber daya di tengah mewabahnya pandemi virus corona (Covid-19).

“Justru yang perlu dikhawatirkan itu adalah ketika tidak ada SNI, maka tidak ada kepastian berusaha,” tutup Edy.(Willy Widianto)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas