Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Pengamat: Komponen Kendaraan Tak Cepat Rusak Jika Rutin Gunakan BBM RON Tinggi

Penggunaan bahan bakar minyak dengan research octan number (RON) rendah seperti Premium terbukti menimbulkan polusi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Pengamat: Komponen Kendaraan Tak Cepat Rusak Jika Rutin Gunakan BBM RON Tinggi
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
BBM oktan rendah akan membuat pembakaran di dalam mesin menjadi tidak sempurna. Hal ini terjadi karena terbakarnya BBM di dalam ruang bakar, hanya karena tekanan mesin, bukan percikan api dari busi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penggunaan bahan bakar minyak dengan research octan number (RON) rendah seperti Premium terbukti menimbulkan polusi dan juga bahaya bagi kesehatan. Polusi udara pun makin parah.

Misal di Jakarta, berdasarkan Penelitian Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) yang dilakukan pada 2019 menyebutkan setiap hari sepeda motor menghasilkan 8.500 ton polutan atau sekitar 44,53 % dari total polutan semua kendaraan.

Baca juga: Jelang HUT Ke-63, Pertamina Resmikan Tiga BBM Satu Harga pada Hari Pahlawan

Karena itu, pengamat otomotif Anton Fiat mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM dengan RON tinggi seperti Pertamax. Pasalnya, BBM RON rendah seperti Premium, akan merusak lingkungan, menambah polusi, juga buruk bagi mesin kendaraan.

Baca juga: Pertamina Gelontorkan Rp 3,5 Miliar untuk Serap Produk UMKM

Bila kendaraan beralih ke BBM jenis oktan tinggi ini, secara otomatis komponen kendaraan akan berumur panjang. Kemudian, dari sisi tenaga atau power kendaraan lebih terjaga. Manfaat lain, jarak tempuh jadi kian jauh karena pembakaran mesin kendaraan lebih sempurna.

"Selain memberikan kualitas yang terjaga, penggunaan Bahan Bakar Minyak dengan RON 92 akan berdampak mesin yang lebih bagus dan terawat," ujar Anton Fiat dalam keterangannya ketika disinggung manfaat pemakaian BBM Ron tinggi, Rabu (11/11).

Menurut Anton, menggunakan BBM Ron tinggi juga membuat kualitas mesin lebih terjaga. "Kalau kita lihat penggunaan BBM yang berkualitas maka, di seher tidak menimbulkan bekas seperti kerak," kata dia.

Selain tidak meninggalkan bekas kerak, BBM dengan kualitas tinggi seperti Pertamax, itu juga membuat performa kendaraan lebih enteng. Ini terjadi, karena ketika pembakaran, kerak-kerak sisa pembakaran tidak ada lagi, tidak seperti Premium, yang meninggalkan bekas di seher seperti berminyak.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya BBM yang berkualitas tidak hanya memberikan performa yang lebih baik bagi mesin kendaraan, tapi juga berpengaruh bagi perbaikan lingkungan dengan kadar buang gas emisi yang lebih rendah.

“BBM gasoline dengan Research Octane Number (RON) tinggi maupun gasoil dengan Cetane Number (CN) tinggi menjadikan proses pembakaran di ruang mesin lebih sempurna, jadi kendaraan lebih awet dan bertenaga,” ucapnya.

BBM oktan rendah akan membuat pembakaran di dalam mesin menjadi tidak sempurna. Hal ini terjadi karena terbakarnya BBM di dalam ruang bakar, hanya karena tekanan mesin, bukan percikan api dari busi.

Akibatnya, selain menjadikan mesin mengelitik (knocking), juga membuat banyak BBM terbuang dan menjadi emisi hidrokarbon, karbon monoksida (CO), dan nitrogen dioksida melalui knalpot.

Anton pun setuju masyarakat terus diedukasi didorong menggunakan BBM dengan kualitas tinggi, asalkan harga sesuai dengan kantong. Jika perlu diberikan diskon.

"Setuju, tapi harus dipikirkan mengenai harganya, kalau memang harus menggunakan BBM dengan kualitas bagus, kita bicara harga," beber dia.

Sementara, pengamat energi Feby Tumiwa meminta pemerintah bisa mengurangi pasokan BBM jenis premium, agar masyarakat bisa beralih ke BBM dengan RON tinggi.

"Batasi kuota premium dan harus sediakan bahan bakar dengan kualitas yang lebih baik dengan harga yang lebih murah," kata dia ketika dikonfirmasi.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas