Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virtue Dragon dan OSS Klaim Sudah Rekrut 3.300 Tenaga Kerja Lokal

PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) telah merekrut sebanyak 3.300 tenaga kerja lokal.

Virtue Dragon dan OSS Klaim Sudah Rekrut 3.300 Tenaga Kerja Lokal
TRIBUN JABAR/ZELPHI
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan pengolahan feronikel PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) telah merekrut sebanyak 3.300 tenaga kerja lokal.

Hal ini sejalan janji perusahaan setiap Tenaga Kerja Asing (TKA) berarti akan membuka ruang rekrutmen bagi tenaga kerja lokal.

“Pada Juli kita telah menandatangani MoU dengan Pemerintah Kabupaten Konawe terkait perekrutan tenaga kerja lokal. Jumlah rekrutmen 3.300 ini belum akan berhenti karena target kami dengan Pemda adalah 5.000 tenaga kerja lokal,” ujar Juru Bicara VDNI dan OSS Dyah Fadilat dalam keterangannya, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: Kondisi Fisik Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah Usai Dinyatakan Positif Covid-19, Kini Karantina

Baca juga: Apakah UU Cipta Kerja Mampu Serap Tenaga Kerja? Ini Jawaban Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti

Pada Juli lalu, manajemen VDNI dan Pemerintah Kabupaten Konawe resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait perekrutan tenaga kerja lokal (TKL).

VDNI telah menyampaikan kebutuhan 5.000 karyawan yang perekrutannya akan ditangani oleh Pemkab Konawe.

Jumlah tersebut pun telah dikoordinasikan dengan Forkopimda, serta Pemerintah Daerah di Sulawesi Tenggara dan kabupaten/kota.

Ada tujuh pembagian zonasi/klaster yang akan diterapkan dalam perekrutan 5.000 TKL tersebut, yang bertujuan untuk memastikan pemerataan karyawan yang direkrut berasal dari semua wilayah di sekitar perusahaan, terutama warga di tiga kecamatan yakni Morosi, Bondoala dan Kapoiala.

“Ini juga merupakan upaya kami untuk terus merapikan sistem rekrutmen tenaga kerja lokal, sehingga ke depan kami bisa terus berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja lokal, utamanya yang berada di lingkar Kawasan Industri Morosi,” tambah Dyah.

Sebelumnya, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah pada bulan Agustus menyatakan pihaknya telah meminta perusahaan untuk turut menyerap tenaga kerja lokal.

Kedatangan para TKA ke Konawe, lanjutnya, karena keahlian para TKA tersebut dibutuhkan oleh sejumlah perusahaan di Konawe.

"Alasan pemerintah menyetujui masuknya TKA China tersebut karena keahliannya dibutuhkan oleh dua perusahaan yang ada di Konawe. Kita minta juga ada tenaga kerja lokal yang akan mendampingi mereka agar terjadi transfer of knowledge," ujar Ida di sela rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2020).

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas