Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Inggris Anggarkan 4,6 Miliar Poundsterling untuk Bailout Dunia Usaha yang Lesu

Kementerian Keuangan Inggris mengumumkan paket bantuan baru senilai 4,6 miliar poundsterling atau setara 6,2 miliar dolar AS untuk dunia usaha.

Inggris Anggarkan 4,6 Miliar Poundsterling untuk Bailout Dunia Usaha yang Lesu
ANNE-SOPHIE NIVAL/HANS LUCAS/HANS LUCAS MELALUI AFP
Petugas polisi perbatasan Belanda dilaporkan telah menolak 10 warga negara Inggris sejak 1 Januari 2021, setelah Inggris secara resmi meninggalkan UE. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Kementerian Keuangan Inggris mengumumkan paket bantuan baru senilai 4,6 miliar poundsterling atau setara 6,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk perusahaan yang terdampak pemberlakuan sistem penguncian (lockdown) virus corona (Covid-19) baru.

Pemerintah Inggris memang kembali memberlakukan lockdown setelah ditemukannya varian baru Covid-19.

Kebijakan ini kemungkinan akan berlangsung hingga Maret mendatang.

Dikutip dari laman Russia Today, Rabu (6/1/2021), Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak mengatakan perusahaan yang bergerak di bidang ritel, perhotelan, dan rekreasi akan mendapatkan bantuan baru hingga 9.000 poundterling untuk menghindari kebangkrutan selama bulan-bulan pertama di 2021.

Baca juga: Jerman Siap Perpanjang Lockdown, Gelombang Kebangkrutan dan Pengangguran di Depan Mata

"Ini akan membantu bisnis melewati bulan-bulan mendatang, dan yang terpenting akan membantu mempertahankan pekerjaan, sehingga pekerja bisa siap untuk kembali bekerja saat perusahaan mulai beroperasi kembali," kata Sunak.

Baca juga: Pertama Kalinya, Inggris Suntikkan Vaksin Covid-19 untuk Pasien Dialisis

Langkah itu merupakan tambahan atas stimulus sebelumnya yakni sebesar 3.000 poundsterling per bulan untuk bisnis yang diwajibkan tutup karena pembatasan yang diterapkan pihak berwenang Inggris.

Tambahan anggaran paket bantuan ini ditujukan untuk mendukung 600.000 perusahaan di seluruh Inggris.

Kemenkeu Inggris juga menyediakan dana tambahan senilai 594 juta poundsterling dari dana diskresioner untuk bisnis di sektor lain yang terkena dampak lockdown.

Sebelumnya, Federasi Bisnis Kecil di negara itu mengatakan tingkat bantuan ini tidak sesuai dengan urutan besarnya dampak kerugian akibat penerapan kebijakan tersebut.

Mereka menuntut agar keringanan tarif bisnis diperpanjang hingga tahun pajak yang berakhir pada bulan April 2021.

Selain itu, mereka juga menuntut adanya rencana komprehensif untuk enam bulan ke depan yang akan memberikan kepastian, stabilitas, dan kepercayaan termasuk dukungan yang ditargetkan untuk sektor-sektor penting.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas