Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Neraca Dagang Indonesia Surplus 2,1 Miliar Dolar AS di Akhir 2020

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia di akhir 2020 mengalami surplus 2,1 miliar dolar AS. 

Neraca Dagang Indonesia Surplus 2,1 Miliar Dolar AS di Akhir 2020
IST
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, nilai ekspor Indonesia di Desember 2020 adalah sebesar 16,54 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan impor 14,44 miliar dolar AS. 

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, secara keseluruhan neraca perdagangan Indonesia di akhir 2020 mengalami surplus 2,1 miliar dolar AS. 

"Sehingga pada bulan Desember tahun 2020, Indonesia mengalami surplus sebesar 2,1 miliar dolar AS," ujarnya saat konferensi pers virtual, Jumat (15/1/2021). 

Suhariyanto menjelaskan, posisi ekspor pada bulan Desember 2020 ini sangat menggembirakan karena secara bulanan atau month to month naik. 

Baca juga: Neraca Perdagangan RI November 2020 Surplus 2,61 Miliar Dolar AS

"Ekspornya meningkat 8,39 persen secara month to month dan secara year on year (tahunan) meningkat 14,63 persen," katanya. 

Meningkatnya ekspor, kata Suhariyanto, karena adanya peningkatan dari sektor komoditas pertanian, industri, maupun dari tambang. 

Baca juga: Analis: Rupiah Akan Perkasa Jika Demo Terkendali dan Neraca Perdagangan Surplus

Sementara itu, impor pada bulan Desember ini meningkat 14 persen secara month to month, tapi year on year turun tipis 0,47 persen. 

"Kalau kita lihat penyebab utama surplus sebesar 2,10 miliar dolar AS ini kalau kita lihat komoditasnya yang menyumbang lumayan besar adalah lemak dan minyak hewan nabati yang tergolong di dalam HS 15."

"Kemudian, bahan bakar mineral HS 27 dan yang satu lagi surplusnya berasal dari besi dan baja HS 72," kata dia.

Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas