Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Komisi IV DPR Sebut Kebutuhan Beras Nasional Cukup Tak Perlu Impor

Oleh sebab itu, Dedi menyebut jika sekarang pasar dikabarkan telah masuk beras impor dari Vietnam dengan harga Rp 9 ribu per kilo gram

Komisi IV DPR Sebut Kebutuhan Beras Nasional Cukup Tak Perlu Impor
Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi beras 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi IV DPR menyebut kebutuhan pangan nasional, khususnya beras pada saat ini dalam kondisi cukup dan tidak perlu melakukan impor beras.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi mengatakan, biasanya menjelang musim hujan harga padi, gabah ataupun beras mengalami kenaikan, tetapi pada saat ini tidak ada kenaikan harga.

"Musim tanam sudah jalan, dan Februari - Maret naik lagi (stok). Kemudian April nanem lagi, Mei-Juni panen lagi, artinya stok cadangan itu relatif cukup, jadi jangan dulu buru-buru impor," tutur Dedi, Jakarta, Senin (18/1/2021).

Baca juga: PKS: Jangan Andalkan Vaksin Impor

Oleh sebab itu, Dedi menyebut jika sekarang pasar dikabarkan telah masuk beras impor dari Vietnam dengan harga Rp 9 ribu per kilo gram (Kg), maka hal tersebut menekan petani dan pedagang.

"Kalau dipasaran sekarang dihajar lagi dengan beras impor, kemudian pedagang sudah membeli beras dari petani, dari gudang-gudang beras dari penggilingan-penggilingan, otomatis dia sudah punya beras cadangan dengan harga yang kemaren dia beli, kalau hari ini di pasar juga dihajar dengan harga impor Rp 9 ribu, itu membunuh pedagang dan petani," papar Dedi.

Baca juga: Fatwa Pemimpin Tertinggi Iran: Pemerintah Iran Tak Boleh Impor Vaksin dari AS dan Inggris

Dedi pun meminta keputusan impor beras harus berkoordinaai dengan Kementerian Pertanian dan Bulog, agar harga di pasar tidak merugikan petani maupun pedagang.

"Jangan terus-terusan para petani itu dibunuh tidak berhenti-berhenti, hanya untuk kepentingan-kepentingan yang bersifat jangka pendek," tuturnya.

Ikuti kami di
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas