Tribun Bisnis

Upaya Perangkai Bunga Berinovasi Selama Masa Pandemi

Tidak hanya rupa yang indah, bunga pun bisa menyampaikan pesan dengan menghadirkan unsur alam dan sebagian orang menyebutnya dengan bahasa bunga

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Upaya Perangkai Bunga Berinovasi Selama Masa Pandemi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI-- Sejumlah warga mengikuti kegiatan kesenian merangkai bunga di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta, Selasa (25/8/2015). Kesenian merangkai bunga dengan cara di press tersebut merupakan rangkaian acara untuk memeriahkan Festival Bunga Rawa Belong 2015. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi.

TRIBUNNEWS, JAKARTA - Bunga menjadi salah satu elemen yang paling sering ditemui di berbagai kesempatan, terutama pada acara-acara penting.

Misalnya saja pernikahan, wisuda, ulang tahun dan hingga momen saat beduka cita.

Tidak hanya rupa yang indah, bunga pun bisa menyampaikan pesan dengan menghadirkan unsur alam.

Sebagian orang menyebutnya dengan bahasa bunga.

“Kita harus paham dengan filosofi bunga itu sendiri.

Setiap jenis bunga dan warna, semua punya makna tersendiri,” ucap Yuli Sirait, salah seorang pembicara dalam live instagram Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI).

Baca juga: Syarief Hasan Dorong Santri Indonesia Terus Berkarya di Masa Pandemi Covid-19

Selain menjadi bintang tamu, perempuan berkacamata itu juga sebagai salah seorang anggota IPBI.

IPBI merupakan organisasi profesi yang menaungi penikmat, pecinta dan juga berprofesi sebagai perangkai bunga (florist) di seluruh Indonesia. Acara yang dilakukan di instagram secara live ini merupakan kegiatan perdana bagi IPBI, Sabtu (23/1/2020).

Selain Yuli, ada dua orang lagi yang turut mengisi acara di antaranya yaitu Peni Zulandri selaku host dan Sri Utami yang juga sebagai anggota dari IPBI.

Acara tersebut mereka membahas bagaimana tren floral yang berada di Indonesia saat ini. Tentu banyak perubahan terjadi terutama saat pandemik melanda sejak 2020 hingga sekarang.

Yuli sebagai florist mengungkapkan jika ia turut tekena dampak yang cukup besar selama pandemik.

Ia yang tadinya aktif mendekorasi kegiatan di gereja dalam suatu perhelatan, di awal pandemik sempat terhenti.

Baca juga: Ungkapan Keluarga Korban Sriwijaya Air saat Acara Tabur Bunga: Ini Musibah yang Tak Bisa Dielakkan

Begitu pula dengan Sri Utami. Seluruh kegiatannya hampir terhenti.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas