Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pulihkan Ekonomi, Sektor Keuangan Dorong UMKM Bangkit dan Berdaya Saing 

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor penggerak utama perekonomian Indonesia yang terhantam pandemi Covid-19. 

Pulihkan Ekonomi, Sektor Keuangan Dorong UMKM Bangkit dan Berdaya Saing 
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
WARGA TERDAMPAK COVID-19 - Pelayan Warung Nasi Pandu membuat nasi bungkus untuk kegiatan sosial yang diselenggarakan Ikatan Alumni Teknik Industri Universitas Parahyangan (IATI Unpar) dan Program Studi Teknik Industri (Prodi TI) Unpar di Jalan Pandu, Kota Bandung, Jumat (4/12/2020). Dalam kegiatan sosial yang menggandeng Senusantaraku dan bekerjasama dengan UMKM warung nasi dan kurir lokal itu, sebanyak 1.500 nasi bungkus dibagikan kepada warga terdampak pandemi Covid-19 di sejumlah tempat di Kota Bandung. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor penggerak utama perekonomian Indonesia yang terhantam pandemi Covid-19

Karena itu, pemulihan ekonomi nasional, perlu berangkat dari pemulihan sektor UMKM yang mendominasi hingga 99 persen unit usaha, menyerap 97 persen tenaga kerja, dan berkontribusi 61,1 persen terhadap produk domesti bruto (PDB). 

Head of Business Banking UOB Indonesia Paul Kan Ngee Fei menyampaikan, pandemi telah mempercepat pergerakan teknologi digital. 

Hal tersebut dinilainya membuat UMKM menempatkan teknologi sebagai prioritas investasi mereka untuk bertahan selama pandemi.  

“Menjawab kebutuhan tersebut, UOB menyediakan aplikasi khusus untuk UMKM yakni UOB BizSmart. UOB BizSmart dapat mengubah tantangan menjadi peluang yang lebih baik,“ ujarnya saat diskusi virtual bertajuk "Peran Serta Sektor Keuangan Bangkitkan UMKM: Ragam Dukungan Menuju Pemulihan Ekonomi Nasional", belum lama ini.

Baca juga: Potensi Kredit UMKM Harus Dimaksimalkan Industri Perbankan

Sementara itu, SM Micro Business Development PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Himawan Dwi Laksana menjelaskan, bahwa Bank BRI tetap konsisten menyalurkan kredit ke UMKM.  

Fokus BRI di 2021 adalah menaikkelaskan para debitur UMKM dengan mendigitalisasi proses bisnis BRI dan melalui program pemberdayaan yang BRI miliki.

“Kami sangat konsen di pemberdayaan karena bagi kami, pembiyaan tanpa pemberdayaan sama saja dengan kami memberikan sesuatu yang tidak maksimal. Begitu juga sebaliknya,” tutur Himawan.

Selain itu, Kepala UKM Center FEB UI TM Zakir Sjakur Machmud menambahkan, bahwa pandemi Covid-19 mengakibatkan dikonektivitas hubungan rantai pasok UMKM

Karena itu, untuk membangun kembali konektiivitas yang terputus adalah melalui digital, baik medsos, e-commerce, ataupun website.  

“Mau tidak mau kita harus mendorong UMKM, sehingga siap dengan situasi digitalisasi, mulai dari pemasaran, pembayaran, manajemen keuangan, logistik, dan pembiyaan,“ pungkas Zakir.

Ikuti kami di
Penulis: Yanuar R Yovanda
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas