Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Sambut Baik PPN Properti Ditanggung Pemerintah, REI: Ini Sejarah Baru yang Mesti Dimanfaatkan

Ketua Umum DPP REI Totok Lusida menyambut baik insentif Pajak Pertambahan Nilai ( PPN) yang diberikan untuk sektor properti.

Sambut Baik PPN Properti Ditanggung Pemerintah, REI: Ini Sejarah Baru yang Mesti Dimanfaatkan
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah resmi memberikan keringanan atau relaksasi untuk sektor properti khususnya dalam pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN.

Relaksasi PPN yang Ditanggung Pemerintah (DTP) adalah sebesar 100 persen untuk rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual maksimal Rp 2 miliar. Kebijakan teranyar ini baru pertama kali diterapkan sepanjang sejarah pembelian unit properti di Indonesia.

Baca juga: Diskon PPN Sektor Properti Dinilai Langkah Tepat di Tengah Pandemi

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Totok Lusida menyambut baik insentif Pajak Pertambahan Nilai ( PPN) yang diberikan untuk sektor properti.

Menurutnya, kebijakan ini mestinya dijadikan kesempatan bagi calon konsumen. Sebab untuk mendapatkan rumah, pembelian dengan PPN DTP merupakan sejarah baru dalam pembelian unit rumah yang pastinya akan berdampak pada harga yang lebih terjangkau.

"Ini sejarah baru dalam dunia properti Indonesia. Karena seumur-umur nggak ada kebijakan free tax atau free PPN. Bisa jadi kesempatan emas untuk masyarakat yang ingin beli rumah," kata Totok saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: Relaksasi PPnBM Berlaku, Honda Optimistis Permintaan Meningkat

Totok mengatakan jika insentif fiskal yang berlaku sejak 1 Maret hingga 31 Agustus 2021 diharapkan turut melengkapi kebijakan lainnya dalam rangka memulihkan industri properti yang lesu selama pandemi Covid-19.

Kebijakan PPN 100 persen ditanggung pemerintah tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, relaksasi LTV/FTV sebesar 100 persen, dan penurunan suku bunga.

Diberlakukannya PPN DTP ini sekaligus membuat harga rumah terutama untuk kelas menengah dan menengah atas menjadi lebih terjangkau. Jika harga itu telah turun, konsumen juga diuntungkan karena tidak menanggung biaya pajak yang lumayan besar.

"Pada gilirannya, rumah-rumah stok yang selama ini tidak terserap pasar akan laku terjual," imbuh Totok.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas