Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

KKP Minta Dukungan Bareskrim Berantas Ikan Ilegal dari Luar Negeri

Komjen Agus juga mengingatkan jangan sampai penindakan hukum berakibat pada keberlangsungan usaha perikanan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
zoom-in KKP Minta Dukungan Bareskrim Berantas Ikan Ilegal dari Luar Negeri
dok Kementerian Kelautan dan Perikanan
Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rina menemui Kabareskrim Komjen Agus Andrianto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Rina menemui Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

Pertemuan tersebut membahas terkait penegakan hukum praktik penyelundupan ikan ilegal.

"Kami meminta dukungan Kepolisian RI dalam menindak kasus penyelundupan ikan ilegal dari luar negeri," kata Rina, di Jakarta, Rabu (18/3/2021).

Baca juga: Tujuh Ton Kepiting Bakau Indonesia Tembus Pasar Tiongkok, Nilainya Capai Rp 1,2 miliar

Sementara Kabareskrim Komjen Agus memastikan dukungan terhadap hal tersebut.

Dia berharap Polri dan KKP dapat berkolaborasi dalam penyidikan terkait tindak pidana perikanan.

"Apabila ada kesulitan dalam penindakan yang ditemukan oleh BKIPM, tolong untuk dicatat dan dilaporkan ke Polri untuk dilakukan penyelidikan,” jelas Komjen Agus.

Baca juga: Menteri KKP: Ada Stok 2,6 Juta Ton Ikan untuk Kebutuhan Ramadan dan Lebaran 2021

Rekomendasi Untuk Anda

Komjen Agus juga mengingatkan jangan sampai penindakan hukum berakibat pada keberlangsungan usaha perikanan.

Contohnya limbah dari pabrik yang volumenya tidak banyak, seminimal mungkin untuk dibersihkan saja, tidak usah dilakukan penindakan.

"Ini sesuai kebijakan pemulihan ekonomi nasional. Dalam kondisi seperti ini, jangan sampai usaha rakyat gulung tikar hanya karena ada masalah dengan pihak kepolisian,” pungkas Komjen Agus.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas