Tribun Bisnis

Daya Beli Masih Lemah, Pengusaha Mal Mengaku Megap-megap

Ellen Hidayat mengatakan daya beli masyarakat di ritel dan restoran masih sangat rendah.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Daya Beli Masih Lemah, Pengusaha Mal Mengaku Megap-megap
Tribunnews/Jeprima
Suasana sepi di pusat perbelanjaan Cibubur Junction, Jakarta Timur, Senin (22/3/2021). Pemerintah belum memutuskan untuk melarang atau membatasi jam operasional mal selama bulan Ramadan. Meski demikian, pengelola mal wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes) karena Indonesia masih berada di masa pandemi Covid-19. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan daya beli masyarakat di ritel dan restoran masih sangat rendah.

Menurutnya, trafik pengunjung ke mal juga tidak pernah lebih dari 50 persen sesuai ketentuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Daya beli ini pengaruhnya besar sekali untuk operasional pengelola pusat belanja. Apalagi banyak karyawan juga yang terpaksa dirumahkan sementara,” kata Ellen saat ditemui di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

APPBI mencatat jika dibandingkan sebelum pandemi Covid-19, momentum sebelum ramadan dan lebaran peningkatan pengunjung mal bisa lebih dari dua kali lipat.

Baca juga: Ekososistem E-Commerce Tumbuh, Kiriman Paket SiCepat Tembus 1,4 Juta Per Hari

“Biasanya 100 persen pasti lebih, sekarang masih 45 persenan. Dan itu tidak pernah lebih,” ucap Ellen.

Baca juga: Ekonom Indef: Larangan Mudik Bikin Masyarakat Tidak Belanja, Ekonomi Tidak Mungkin Tumbuh

Dia berharap dengan adanya program vaksinasi kepada pengusaha dan pelaku UMKM dapat meningkatkan lagi perekonomian di sektor pusat belanja, khususnya menyambut ramadan dan lebaran.

Para tenant juga diharapkan bisa kembali membuka gerainya sehingga terjadi penyerapan karyawan dalam skala besar.

Baca juga: Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Agen Tiket Bus AKAP: Kita Cuma Jual Tiket Pulang Kampung Kok

“Setelah vaksinasi ini bisa naik 10-15 persen saja (trafik) sudah sangat bagus,” tukasnya.

Seperti diketahui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan program vaksinasi bagi pelaku UMKM yang diberikan kepada 3.000 orang. 

Sebanyak 1.500 pelaku UMKM ditargetkan menerima vaksinasi pada 1 April 2021, dan kemudian sisanya pada 5 April 2021. 

Secara umum, targetnya adalah para pelaku UKM yang berada di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. 

Kategori UKM ini adalah semua kelompok pengusaha berskala kecil dan menengah, yang berada di pusat perbelanjaan dan kawasan-kawasan perdagangan di wilayah Provinsi DKI Jakarta. 

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas