Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

IKM Tekstil Tergerus Impor Produk Pakaian Jadi

Industri kecil dan menengah (IKM) tekstil kesulitan menjalankan produksi karena derasnya arus impor produk pakaian jadi ke dalam negeri.

IKM Tekstil Tergerus Impor Produk Pakaian Jadi
Tribunnews/Irwan Rismawan
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri kecil dan menengah (IKM) tekstil kesulitan menjalankan produksi karena derasnya arus impor produk pakaian jadi ke dalam negeri.

Produk impor ini tidak hanya terjadi di pasar swalayan, tetapi masuk juga ke marketplace.

Analis Kebijakan Industri dan Perdagangan Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Farhan Aqil Syauqi menuturkan praktik impor produk pakaian jadi sangat masif dilakukan.

Baca juga: KODE Redeem FF Terbaru Bulan April 2021, Klaim dan Dapatkan Skin Karakter

Masuknya produk impor tersebut melalui Pusat Logistik Berikat (PLB) e-commerce.

“Mereka masuk melalui PLB e-commerce. PLB ini tidak hanya tekstil saja, macam-macam produknya. Lebih ke produk konsumsi kebutuhan rumah tangga,” katanya kepada wartawan, Sabtu (3/4/2021).

Kondisi ini membuat IKM tidak dapat memproduksi pakaian jadi.

“Di Jawa Barat itu banyak sekali produksinya. Contohnya sentra rajut binong di Bandung. Mereka produksinya terus menerus dan pekerjanya juga banyak. Miris ketika produknya tidak dapat bersaing dengan impor. Harganya jauh sekali tetapi kualitas lebih baik dibandingkan produk impor,” lanjut Aqil.

Dia juga mendapatkan laporan bahwa IKM di Surakarta yang menggunakan limbah garmen sebagai bahan bakunya tidak dapat memenuhi permintaannya karena produksinya sudah minim.

“Di Surakarta, IKM ini tidak dapat bahan baku sesuai permintaannya. Padahal bahan bakunya limbah. Kalau limbahnya minim, artinya produksi IKM hilir nya kan minim,” terang Aqil.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas