Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tiga Hal Ini Jadi Kunci Utama Genjot Wisata Halal Menurut Menteri Sandiaga Uno

Sandiaga menekankan pentingnya mempersiapkan atraksi, amenitas, dan aksesibilitas bagi wisatawan halal.

Tiga Hal Ini Jadi Kunci Utama Genjot Wisata Halal Menurut Menteri Sandiaga Uno
Kementerian Pariwisata
Pantai Santen di Banyuwangi, salah satu tujuan wisata halal di Jawa Timur. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan strategi dalam mendorong wisatawan muslim datang ke Indonesia.

"Kita harus tingkatkan dulu apa yang bisa kita tawarkan kepada wisatawan halal. Berdasarkan big data wisatawan halal kita datang dari Malaysia dan Singapura khususnya ke Kepulauan Riau," tutur Menparekraf dalam webinar, Selasa (6/4/2021) malam.

Sandiaga menekankan pentingnya mempersiapkan atraksi, amenitas, dan aksesibilitas bagi wisatawan halal.

"Kita juga memperkuat rantai nilai dari ekosistem pariwisata halal seperti keuangan syariah, usaha mikro, penguatan ekonomi digital secara keseluruhan, hingga kualitas ekonomi kreatif produk pariwisata," tukas dia.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Kembangkan Ekosistem Industri Halal di Destinasi Pariwisata Prioritas  

Menurutnya, tidak hanya memperhatikan sisi layanan untuk wisatawan muslim misalnya tempat ibadah solat atau restoran saja tetapi juga paket destinasi yang ditawarkan.

Baca juga: Wisata ke Turki, WNI Diimbau Memiliki Asuransi Perjalanan dan Asuransi Covid-19

Menparekraf berkata ada wisata berbasis religi yang perlu ditawarkan seperti ziarah sampai story telling.

"Yang menarik dari Masjid Istiqlal contohnya adalah masjid terbesar di Asia Tenggara yang dirancang oleh arstitek non musim. Ini menunjukkan toleransi besar dari bangsa kita. Dan ini laik dijual," ucapnya.

Di sisi lain, Kemenparekraf berupaya memberi kemudahan pengurusan visa bagi wisatawan muslim.

"Kami sekarang sedang bekerjasama dengan Kemenkumham supaya visa itu bisa 60 hari. Kalau tidak salah rancangannya," ujarnya.

Ikuti kami di
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas