Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Said Didu: Tol Becakayu dan Bandara Kertajati Tidak Laik Secara Ekonomi

Kedua infrastruktur itu tidak laik sehingga diputuskan untuk tidak dibangun pada zaman saat Said Didu jadi Sekertaris Kementerian BUMN

Said Didu: Tol Becakayu dan Bandara Kertajati Tidak Laik Secara Ekonomi
Dok Citilink
ILUSTRASI - Penerbangan umroh dari Bandara Kertajati oleh Citilink 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu terang-terangan mengatakan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) tidak memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, infrastruktur itu tidak laik sehingga diputuskan untuk tidak dibangun pada zamannya.

"Kita dulu memutuskan memang tidak perlu dibangun karena tidak laik secara ekonomi.

Saya paham pemiliknya swasta dan akhirnya dibeli oleh Waskita dan kemudian dibangun dan itu jadi tol termahal di dunia," ucap Said Didu dalam webinar bertajuk Mencari Jalan Keluar Menggunungnya Utang BUMN Karya, Jumat (9/4/2021).

Dia menambahkan infrastruktur Bandara Kertajati juga demikian, tidak memiliki nilai ekonomi.

Baca juga: Penyelundupan Benih Bening Lobster Berkedok Paket Sayuran Digagalkan di Bandara Soetta

"Saat itu Bandara Kertajati diputuskan tidak dibangun.

Bahkan pada awal Presiden Jokowi juga tidak membangun ketika masih Pak Jonan Menteri Perhubungan karena memang tidak laik," urainya.

Namun, lanjutnya, saat Budi Karya Sumadi menjabat Menteri Perhubungan barulah direalisasikan pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.

"Itu semua sekarang menjadi masalah.

Halaman
12
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas