Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Reshuffle Kabinet

Kabar Lutfi Digeser ke Kementerian Investasi, Ekonom : Bahlil Masih Orang yang Tepat

Nama Muhammad Lutfi yang saat ini sebagai Menteri Perdagangan, dikabarkan akan geser ke Kementerian Investasi

Kabar Lutfi Digeser ke Kementerian Investasi, Ekonom : Bahlil Masih Orang yang Tepat
TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia pada konferensi pers 'Realisasi Investasi TW III 2020' secara virtual, Jumat (23/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan melakukan perombakan atau reshuffle kabinet Indonesia Maju pada pekan depan, seiring adanya penggabungan dan perubahan nomenklatur kementerian maupun lembaga.

Nama Muhammad Lutfi yang saat ini sebagai Menteri Perdagangan, dikabarkan akan geser ke Kementerian Investasi yang sekarang bernama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Menanggapi kabar tersebut, Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, kinerja BKPM selama ini sudah baik di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia, di mana terjadi peningkatan komitmen investasi tiap tahunnya.

Baca juga: Ahok Dikabarkan Bakal Jadi Menteri Investasi, Ekonom CORE Sebut soal Kontroversi dan Noise

"Nanti BKPM akan menjadi Kementerian Investasi, dan Kepala BKPM Bahlil saya pikir masih orang yang tepat untuk jadi menteri yang koordinir investasi," papar Josua saat dihubungi, Minggu (18/4/2021).

Sementara untuk Lutfi, kata Josua, sebaiknya tetap dipertahankan di Kementerian Perdagangan karena sejauh ini kinerjanya cukup baik, tanpa ada kesalahan yang signifikan.

"Jadi saya pikir belum perlu ada perubahan, tapi semua ini hak prerogatif presiden dalam menentukan menterinya," ucapnya.

Baca juga: Terus Ditanya Soal Reshuffle Kabinet, Fadjroel Rachman: Yang Tahu Hanya Presiden dan Allah SWT

"Namun, kalau saya melihat tidak perlu ada perubahan, karena jika terlalu banyak pergerakan reshuffle akan ganggu koordinasi," sambung Josua.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kedeputian Kantor Staf Presiden Ali Ngabalin mengatakan bahwa Presiden Jokowi akan segera melantik dua menteri baru Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Pelantikan dua menteri baru tersebut terkait dengan perubahan nomenklatur Kementerian yang telah disetujui DPR.

Dua menteri baru tersebut yakni Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Dikbud/Ristek) dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Presiden Insya Allah akan melantik menteri baru, Menteri Dikbud/Ristek (dan) Menteri Investasi/Kepala BKPM," kata Ngabalin dikutip dari akun twitternya @AliNgabalinNew, Rabu (14/3/2021).

Ali tidak memaparkan siapa sosok yang akan dilantik dalam dua nomenklatur baru Kementerian tersebut. Apakah pejabat lama yakni Nadiem Makarim untuk Menteri Dikbud Ristek, serta Bahlil Lahadalia untuk Menteri Investasi.

"Adakah menteri-menteri lain yang akan di lantik, kapan dan siapa para beliau itu? Wallahu'alam bisshowaab, itu hak prerogatif Presiden dan kita tunggu saja," pungkas Ngabalin.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas