Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Anjlok 53,79 Persen, Laba Bersih Pelindo II Cuma Rp 1,15 Triliun

Pelindo II, mengalami penurunan kinerja operasional dan keuangan pada tahun buku 2020.

Anjlok 53,79 Persen, Laba Bersih Pelindo II Cuma Rp 1,15 Triliun
KOMPAS.COM/Desy Kristi
Terminal peti kemas PT IPC Pelindo II 

Laporan Wartawan Tribunnews, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Pelindo II, mengalami penurunan kinerja operasional dan keuangan pada tahun buku 2020.

Berdasarkan laporan keuangan yang diperoleh, Pelindo II mengalami penurunan pendapatan usaha sebesar 6,18 persen.

Dari Rp11,1 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp10,4 triliun di tahun 2020. Laba bersih perseroan terealisasi sebesar Rp1,15 triliun atau turun sebanyak 53,79 persen dari tahun 2019 yakni Rp2,5 triliun.

Sedangkan EBITDA turun dari Rp3,4 triliun menjadi Rp3,1 triliun atau 10,37 persen.

Baca juga: Soal Kasus Pelindo II yang Jerat RJ Lino, BPK Satu Suara dengan KPK

“Meskipun industri kepelabuhanan merupakan salah satu industri yang cukup resilient dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, IPC tetap harus berjuang keras untuk meraih peluang bisnis dalam menyambut kondisi new normal kedepannya,” ujar EVP Sekretariat Perusahaan, Ari Santoso dalam keterangannya, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Harta Kekayaan RJ Lino, Mantan Dirut Pelindo II yang Kini Ditahan KPK, 10 Tahun Lalu Rp 32,6 Miliar

Sementara itu untuk kinerja operasional, Pelindo II mencatat penurunan arus peti kemas sekitar 9,64 persen.

Diketahui, Pelindo II pada tahun 2020 mencatatkan arus peti kemas sebanyak 6,92 juta TEUs. Padahal pada tahun 2019, Pelindo II sukses mencatatkan sebanyak 7,66 juta TEUs.

Untuk arus non peti kemas terealisasi sebesar 50,13 juta ton, lebih rendah 16,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 60,04 juta ton. 

Sementara itu, arus kunjungan kapal juga mengalami penurunan sebesar 14,69 persen dibandingkan 2019, yaitu dari 209,12 juta GT menjadi 178,41 juta GT.

Selain itu, IPC juga secara konsisten berkolaborasi dengan perusahaan pelayaran dunia dengan memberikan pelayanan rute pelayaran langsung atau direct call ke sejumlah negara antara lain Australia, China, Taiwan, Hongkong, Korea Selatan dan Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. 

Ikuti kami di
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas