Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

KKP Optimalkan Budidaya Lele Sistem Bioflok di Empat Kabupaten Provinsi NTT

budidaya ikan sistem bioflok memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan budidaya ikan dengan sistem konvensional.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Sanusi
zoom-in KKP Optimalkan Budidaya Lele Sistem Bioflok di Empat Kabupaten Provinsi NTT
dok Kementerian Kelautan dan Perikanan
Pelatihan budidaya lele sistem bioflok 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) menyelenggarakan pelatihan budidaya lele sistem bioflok di empat Kabupaten Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), 19-20 April 2021.

Empat Kabupaten itu di antaranya Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan Kabupaten Malaka.

Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) Sjarief Widjaja menyebut, pelatihan bertujuan untuk memasyarakatkan sistem bioflok yang membantu dalam efisiensi dan produktivitas budidaya lele.

Baca juga: KKP Tingkatkan Konsumsi Ikan Masyarakat Indonesia untuk Penuhi Kebutuhan Gizi Harian

Pasalnya, budidaya ikan sistem bioflok memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan budidaya ikan dengan sistem konvensional.

“Sistem bioflok lebih efisien dari budidaya lele dengan cara konvensional. Dengan sistem bioflok, budidaya bisa diterapkan di lahan sempit dan kolam yang kecil, memiliki padat tebar yang tinggi dan kolamnya tidak menimbulkan bau yang tidak sedap," kata Sjarief, Rabu (21/4/2021)

"Tak hanya itu, budidayanya dapat dilakukan pada tempat tertutup, lebih hemat lahan, air dan pakan, serta produktivitasnya tinggi,” ucapnya.

Baca juga: KKP Evakuasi Lumba-lumba Terdampar di Jembrana Bali

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, ikan yang dibudidayakan dengan sistem bioflok dagingnya juga lebih higienis dan memiliki rasa lebih enak.

Para peserta dibekali dengan materi pengelolaan media bioflok, pengelolaan benih, pengelolaan tingkat kehidupan ikan, pengelolaan kesehatan ikan dan pemanenan ikan.

Materi yang runut dari hulu ke hilir ini diharapkan akan menjadi kompetensi penunjang bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha budidayanya.

Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilya Pregiwati menyatakan bahwa pelatihan tidak lepas dari program prioritas KKP sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono yaitu membangun kampung-kampung budidaya ikan air tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal di seluruh penjuru Indonesia.

Dia berharap, pelatihan dapat menumbuhkembangkan usaha perikanan terintegrasi yang kemudian mendorong roda perekonomian di keempat kabupaten tersebut.

“Saya mengharapkan di keempat kabupaten ini pun dapat mengembangkan kampung usaha perikanan terintegrasi sehingga roda perekonomian di daerah dan nasional pun ikut termaksimalkan,” tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas