Percepatan Bansos dan THR Dinilai Bisa Dongkrak Daya Beli
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah berupaya mendorong kemampuan daya beli masyarakat.
Editor:
Sanusi
Putera menilai, kebijakan larangan mudik perlu didukung. Selain untuk menekan Covid- 19, juga membantu perbaikan ekonomi.
“Karena tidak ada pengalihan uang dari kota ke daerah. Larangan mudik bisa membangkitkan perputaran uang di kota besar yang sedang terpuruk,” terangnya.
Putera bilang, larangan mudik akan mendorong masyarakat mengirimkan hadiah Lebaran secara online. Bahkan, fenomena ini akan merangsang pertumbuhan ekonomi digital.
“Ada larangan mudik itu akan mendorong bisnis logistik, e-commerce dan UMKM. Masyarakat yang tidak bisa pergi akan mengirim paket atau belanja online untuk keluarga di kampung halamannya,” katanya.
Apresiasi
Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Astri Wahyuni mengapresiasi upaya pemerintah menyokong daya beli masyarakat. Apalagi untuk menaikkan tingkat konsumsi masyarakat melalui ecommerce.
Baca juga: Siap-siap Cair, Sri Mulyani Alokasikan THR untuk PNS Rp 45,4 Triliun
“Kami tentu mendukung usaha pemerintah mendorong kemajuan industri (e-commerce). Harapannya, ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Astri.
Tokopedia juga tengah mempelajari dampaknya pada bisnis perusahaan. Mereka sudah menyiapkan berbagai produk serta program untuk memeriahkan musim belanja online saat jelang Lebaran nanti.
Sementara, Head of Category Management Bukalapak Ruth Retno Dewi sudah mengambil ancang-ancang menyambut momen puncak belanja online nasional jelang Lebaran.
Salah satunya, menyelenggarakan program utama, yakni Pilihan Jagoan Di Ramadan.
“Kami siapkan berbagai barang kebutuhan rumah tangga, hobi dan otomotif serta barangbarang lainnya yang dibutuhkan untuk Ramadan dan Lebaran,” ujar Retno.
Bukalapak juga bakal berlakukan beragam penawaran menarik, seperti Cashback hingga Rp 1 juta dan Gratis Ongkir di program Pilihan Jagoan Di Ramadan.
Retno optimistis, transaksi akan meningkat jelang Lebaran dibandingkan waktu sebelumnya. Pihaknya juga sudah mengantisipasi momen puncak belanja online.
“Jelang Lebaran, transaksi online cenderung meningkat. Kami tetap fokus menciptakan pengalaman transaksi yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna,” kata Retno.