Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Sri Mulyani: Dampak Covid-19 Lebih Berat ke Perempuan

Di sektor informal seperti Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), 93 persen pekerja dan pelakunya adalah perempuan. 

Sri Mulyani: Dampak Covid-19 Lebih Berat ke Perempuan
Tribunnews/Irwan Rismawan
Lansia mengikuti vaksinasi Covid-19 di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (12/4/2021). Program vaksinasi Covid-19 ini adalah wujud komitmen Lippo Malls Indonesia dalam mendukung Pemerintah merealisasikan target 1 juta vaksin per hari melalui Gerakan Bersama Sukseskan Program Vaksinasi Nasional. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pandemi Covid-19 memberikan dampak yang lebih besar kepada perempuan. 

Di sektor informal seperti Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), 93 persen pekerja dan pelakunya adalah perempuan. 

“Ini semuanya menggambarkan bahwa Covid-19 akan memberikan dampak yang luar biasa lebih besar. Lebih berat kepada perempuan yang kemudian juga perlu untuk direspons di dalam kebijakan pemerintah,” ujarnya secara daring dalam webinar “Perempuan Penggerak Ekonomi di Masa Pandemi”, Jumat (23/04/2021). 

Sri Mulyani menjelaskan, sektor informal merupakan satu sektor yang terdampak pandemi cukup dalam, sehingga pemerintah membantu melalui berbagai insentif dan kebijakan agar dapat pulih dari pandemi. 

Baca juga: Mensos Risma Ingatkan Besarnya Peran Perempuan di Masa Pandemi Covid-19

“Mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai kepada UMi yaitu ultra mikro dan berbagai program bantuan produktif kepada UMKM yang mencapai lebih dari 12 juta. Itu semuanya mayoritas adalah perempuan,” katanya. 

Baca juga: India Dihajar Tsunami Covid-19 setelah Sempat Percaya Diri Berhasil Tangani Pandemi

Di sisi lain, perempuan dinilainya juga berperan sebagai penggerak ekonomi keluarga yang membantu membangkitkan ekonomi nasional. 

Implementasi berbagai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah berupaya melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat terdampak. 

“Pemerintah memberikan bantuan sosial (bansos) yang meningkat sangat tinggi Rp 220 triliun. Itu mayoritas ditujukan kepada keluarga di mana kepala keluarga perempuan yang menerimanya,” kata Sri Mulyani

Sementara itu, 70 persen tenaga kerja di sektor kesehatan adalah perempuan, menunjukkan bahwa kaum hawa menjadi garda terdepan penanganan Covid-19. 

“Mulai belanja untuk tenaga kesehatan, untuk melindungi mereka, kemudian memperbaiki fasilitas kesehatan, insentif bagi tenaga kesehatan itu diberikan, kemudian vaksinasi. Tentu tujuannya adalah supaya Covid-19 teratasi,” pungkas Sri Mulyani.

Ikuti kami di
Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas