Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Menteri Trenggono Ingatkan Pelaku Usaha Perikanan Disiplin Bayar Cicilan Modal Usaha

“Supaya didampingi yang mendapatkan pinjaman, terutama yang besar, supaya tidak menunggak,” kata Menteri Trenggono.

Menteri Trenggono Ingatkan Pelaku Usaha Perikanan Disiplin Bayar Cicilan Modal Usaha
HANDOUT
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat memberikan bantuan pinjaman modal kerja ke pelaku usaha perikanan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan kepada para debitur pelaku usaha perikanan agar disiplin dalam membayar cicilan pinjaman modal.

Menurutnya, pengembalian dana dapat menjamin kelancaran Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Supaya didampingi yang mendapatkan pinjaman, terutama yang besar, supaya tidak menunggak,” katanya kepada wartawan, Senin (3/5/2021).

Menteri Trenggono menyerahkan dana bergulir sebesar Rp515 juta kepada enam pelaku usaha bidang kelautan dan perikanan, yaitu pembudidaya udang, produksi garam, serta pengolah dan pemasar hasil perikanan (poklahsar).

Baca juga: Supra Boga Lestari Siapkan Modal Rp 90 Miliar untuk Buka 7 Toko Baru

Kepala Sub Divisi Operasional LPMUKP Anggraini Zega menegaskan, agar pinjaman modal dimanfaatkan dengan baik, tepat sasaran sesuai tujuan awal. 

Misalnya untuk pengembangan usahanya, tidak boleh dialihkan ke hal lainnya.

Baca juga: Menteri Trenggono Kembali Salurkan Modal Kerja ke Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan

"Saya ingin dapat membayar tepat waktu. Bila nanti butuh tambahan, karena track record bagus, top up akan jauh lebih mudah,” tuturnya.

Anggraini juga mengajak pelaku usaha tidak sungkan berkonsultasi dengan pendamping bilamana ada permasalahan.

Baca juga: Aturan Baru Penyertaan Modal Negara, Erick Thohir: Tak Ada Lagi Lobi-lobi Politik

Ketua Kelompok Usaha Garam Rakyat Kalibuntu Sejahtera 1 Desa Kalibuntu, Probolinggo Suparyono mengaku sebelumnya sulit mendapatkan KUR dikarenakan termasuk kelompok risiko tinggi. 

Tahun 2017, ia mengajukan pinjaman ke LPMUKP melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Probolinggo. 

Kini, kelompok usahanya sedang melakukan peminjaman yang kedua untuk membeli garam dari anggota dengan harga tinggi, agar tidak menjual ke tengkulak.

“Modal digunakan untuk membangun rumah simpan atau gudang dan pembuatan jalan cor untuk garam. Produksi garam super tidak boleh kontak langsung dengan tanah,” lanjutnya.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas